First Time Sunday School

Dari kemarin pengen banget ngepost sesuatu di blog tapi apa daya kerjaan numpuk di kantor karena salah satu rekan kerja gak masuk dan aku musti menyelesaikan kerjaan dia sekaligus kerjaanku sendiri. Dan di malam hari mau posting lewat bb eh nyadar bb ketinggalan di kantor :mrgreen: jadinya si bb nginep 2 malem di kantor.

Kemarin minggu tanggal 10 Juni 2012 nih, Nda2 untuk pertama kalinya ikutan sunday school. Kalau ada yang belum tahu apa itu sunday school, itu maksudnya acara ibadah untuk anak-anak di gereja. Sebelumnya sih sempet debat sama papanya Nda2, pengennya aku entar aja deh ikutan sunday schoolnya karena dia kan masih bayi, tunggu kalo dia udah umur 1 taon. Aku hanya takut kalo dia gagal beradaptasi, karena Nda2 sifatnya seperti Mamanya moody. Di rumah Utinya aja sering ngambek dan nangis jejeritan gak jelas karena sumpek digodain sama ketiga sepupunya. Tapi karena Papanya Nda2 ngotot pengen bawa Nda2 sunday school, ya udah aku ngalah deh sambil komat-kamit biar Amanda gak rewel disana.

Dan…puji Tuhan semua ketakutanku hilang, Nda2 duduk manis mendengarkan anak-anak bernyanyi. Sambil dipangku tantenya, dia asyik toleh kanan toleh kiri. Ngeliatin sepupunya bernyanyi di depan kelas. Mulutnya sampai bengong gitu…hihihi sayangnya tidak bisa ambil foto gara-gara bb nginep di kantor. Memang yang sepantaran dengan dia hari itu pada gak ada semua. Jadilah dia jemaat paling kecil :mrgreen:

Satu pujian menghantar untuk mendengarkan firman Tuhan, huhuhu lagunya mengingatkan aku kepada masa kecilku. Kira-kira penggalan liriknya begini

“Hanya ini Tuhan persembahkan, pakailah hidupku sebagai alatMu, seumur hidupku…”

Sempet pengen nangis dengernya, jadi ingat dulu diantar Mama ke sunday school juga seperti ini. Waktu itu aku sudah berumur kira-kira 3 ato 4 tahun. Aduh jadi kangen dengan masa kecilku dulu, betapa indahnya saat-saat itu, pertama kalinya mendengar ajaran tentang siapa itu Tuhan Yesus, apa itu alkitab, apa artinya ke gereja. Sangat amazing sekali, pengenalan pertama tentang iman di waktu masih kecil memang sangat membekas di hati. Dan Puji Tuhan kini aku membawa bayi mungilku disini, di sunday school, tepatnya di hadapan Tuhan Yesus, mempersembahkan hidupnya, agar kelak dia bisa menjadi alat kemuliaanNya. Waktu nulis ini aja hatiku rasanya mau pecah 😥

Waktunya pembacaan Firman Tuhan, anak-anak dipecah dalam beberapa kelompok sesuai dengan usia mereka. Nda2 ikut kelas paling kecil, yaitu kelas pre school. Itupun dia paling kecil 😀 rata-rata yang datang kemarin umur 2 sampai 3 taonan. Jadinya Nda2 cuman bisa bengong ngeliatin salah satu pengajar membawakan cerita. Ceritanya nih tentang Doa Lusia. Ibu guru keliling sambil menunjukkan foto anak perempuan yang berdoa. “Hayo, ini gambar apa?” Salah satu anak lelaki yang super lucu, gendut, ngegemesin hehehe spontan nyeletuk “Berdoa”. Trus ibu guru menunjukkan gambar lainnya, seorang anak perempuan bernama Luisa. Luisa ini anak yang manis dan rajin beribadah. Nah, suatu minggu, ketika Luisa hendak berangkat ke gereja, dia menemukan bahwa sepatu kesayangannya sudah jebol. Luisa menangis sedih sambil berdoa “Tuhan, sepatu Luisa sudah jebol. Luisa pakai apa untuk ke gereja? Tolong berkati Luisa, supaya Luisa bisa mendapat sepatu baru…” Dan singkat cerita, ketika dia pergi bersama orang tuanya berkunjung ke suatu rumah. Ini adalah rumah seorang ibu yang juga memiliki anak seusia Luisa. Ketika ibu ini melihat sepatu Luisa yang tergeletak di teras rumah dengan keadaan jebol, dia teringat kalau sepatu anaknnya ada yang masih baru tapi kekecilan. Dia langsung bergegas memberikan sepatu baru itu kepada Luisa. Luisa tentunya seneng sekali, dia mengucap syukur karena doanya didengar Tuhan Yesus.

Ya begitulah, karena Mamanya yang lebih mengerti maka Mamanya yang bisa nulis ini cerita :mrgreen: Nda2 tentunya belum sepenuhnya menangkap, yang jelas aku hanya ingin membuat Nda2 bisa comfort di sunday school, dan mudah-mudahan seiiring dia besar, dia ntar rajin ke sunday school dan pengenalan imannya boleh semakin bertumbuh. Salah satu pengajar datang menyapa kita bertiga, “Halo… ponakannya ya?” sapanya pada tantenya Nda2 karena mereka sudah sering bertemu, tantenya Nda2 ini yang rajin membawa 3 bocah alias sepupunya Nda2. “Namanya siapa? Ini Mamanya yah?” sambil menoleh padaku, akupun tersenyum sambil menyebutkan nama Nda2. “Kalo masih segini, yang harus rajin, mamanya ya…” huaaa…bener deh, mamanya yang harus rajin, moga-moga bisa rajin karena pekerjaan rumah di hari minggu seabrek-abrek :mrgreen:

Giliran pembagian permen, Nda2 mulai crancy…alias ngantuk berat. Gak mau duduk, maunya nyusu sambil bobo…..jadi yang lain lagi asyik bagi-bagi permen sambil nyanyi-nyanyi, Nda2 asyik ngedot 😀

Beneran deh buyar kelas, Nda2 naik gendongan dan zzzzz… pules dah.

Segitu deh pengalaman hari minggu itu, kapan-kapan deh aku publish fotonya termasuk ketiga ponakanku yang super duper biang resek. Tapi di balik kejahilan mereka, mereka sayang loh sama Nda2. Kalo Nda2 datang, mereka rebutan pelukin dan ciumin Nda2. Makanya kalo moodnya Nda2 jelek, bisa ngamuk 😀

Oke sudah dulu ya,  happy monday everybody. Semangat bekerja…

5 thoughts on “First Time Sunday School

  1. Pingback: Episode Nyampur-nyampur | mamanyamanda's blog

Thanks For Your Comments, GBU =)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s