Mengenang Mereka…

Hari ini Nda2 usianya menginjak 15 bulan. Bener-bener waktu seolah terbang gitu aja. Cepet banget berlalunya hari-hari ini. Sebenarnya bukan mau ngomongin Nda2 sih hari ini, mau ngomongin sesuatu yang berbeda.

Yah, tiba-tiba keinget temen, sahabat yang sudah tidak berada bersamaku saat ini, di tahun baru ini. Kalau dihitung, teman sebayaku yang meninggal di usia muda sudah ada 3 orang. Dan hampir semuanya pernah memberi arti dalam hidupku walau mungkin sebentar saja. Dan 15 februari nanti, genap 1 tahun hari meninggalnya salah satu dari mereka.

Yang pertama  Temen gereja, kalau bisa dibilang, dia orang pertama yang aku kenal di gereja, di kumpulan kaum muda. Dia yang rajin, menjemput, mengantar aku buat datang ke gereja. Dia juga menjadi teman dan saudara yang bisa saling berbagi. Sayangnya begitu aku sudah sibuk dengan pekerjaan, pindah gereja, aku jarang bisa bertemu dengan dia. Bahkan….jujur aku akui, aku merasa bersalah sekali….karena hubungan kami menjadi renggang….sewaktu dengar dia sakit, aku pun tidak menyempatkan diri untuk menjenguk. Kalau diingat-ingat, kenapa aku bodoh banget waktu itu, kenapa aku egois dan gak perduli pada temen yang lagi sakit, dengan alasan sibuk kerja….Damn! Dia meninggal di usia 26 tahun setelah sebelumnya berjuang melawan kanker otak.

Yang Kedua  Temen kantor. Anak baru yang sebentar saja dekat dengan kita karena berasal dari kota yang sama dengan kota kelahiran Papa. Banyak waktu kita pergi bareng, aku nginap di rumahnya, walaupun mungkin kita jarang bicara dari hati ke hati…tapi bagiku itu pengalaman yang sangat membekas. Aku udah pernah cerita perihal dia disini. Dia meninggal di usianya yang belum genap 28 tahun setelah sebelumnya berjuang melawan gagal ginjal dan hipertensi.

Yang Ketiga  Temen kampus papa, adik kelas gitu lah, sebaya juga dengaku…dan sepupu dari teman baikku. Tidak terlalu akrab, hanya sekedar kenal dan tahu, bercakap-cakap pun jarang sekali karena memang jarang ketemu. Tapi cukup deket sama Papa…dan selalu ingat dengan senyuman manisnya saat aku berkunjung ke rumahnya. Senyuman manisnya yang khas….sampai kapanpun, susah untuk melupakannya. Tubuhnya kurus dan rapuh tapi dari senyumnya menggambarkan ketegaran dan jiwa ikhlasnya menjalani kehidupannya yang entah berapa lama akan bertahan karena serangan penyakit lupus yang kian lama kian melemahkan tubuhnya. Sampai akhirnya aku tahu kabar dia menikah dan dikaruniai anak laki-laki yang ganteng, kemudian tidak berselang lama, kami kaget mendengar dia meninggal di saat bayi lelakinya baru berusia kurang lebih 3 bulan.

Kesedihan nampak jelas banget di wajah suaminya, gak kebayang gimana hancurnya dia, kehilangan orang yang baru dinikahinya. Kalau dulu ada sinetron Buku Harian Naila….aku rasa, ini jauh lebih menyakitkan. Tapi aku percaya Tuhan sudah mengaturnya indah dan itu tergambar di wajah-wajah orang yang dia tinggalkan…. Waktu aku buka akun fbnya dia, saudara laki-lakinya menulis di wallnya seperti ini :

Dear my lovely sister,

Banyak kenangan terjalin bersama Lisa, mulai yang terburuk sampai yang terindah. 

Koko bertanya kepada Daddy, kenapa Lisa harus pulang???

Koko diingatkan ketika kita masih kecil dan tidak punya tivi sendiri, saat itu ada tetangga yang sering putar video. Ketika koko berada di dalam rumah itu dan melihat film dengan jarak yang dekat, sedangkan Lisa ada tidak kebagian tempat dan harus lihat dari jendela, serasa koko ingin kita berubah posisi. Koko berharap kalau koko yang pindah di luar sedangkan Lisa yang di dalam. Tapi di lain waktu ketika Lisa ada di dalam dan koko yang ada di jendela koko lega, Lisa dapat tempat yang lebih baik.

Sekarang koko tidak bertanya lagi kenapa? Karena jawabannya sudah jelas, Lisa sudah dapat tempat yang lebih baik, melihat dengan view yang baik dan jarak yang dekat, berhadapan face to face with Jesus. Koko masih ada di luar jendela tapi akan datang waktunya kita semua berkumpul kembali, berada di dalam rumah Daddy bersama dengan orang-orang terkasih. 

Koko hanya bisa mengucapkan selamat jalan, sampai bertemu kembali kelak di sana. You are always in my heart. 

Your Koko

Tulisan sederhana tersebut, sampai hari ini gak mungkin mudah buat dilupakan. Sangat indah, sangat menyentuh…

Emmm…sudahlah, aku kog jadi mellow gini…mengenang mereka semua. Teman datang dan pergi, dan semuanya meninggalkan jejak yang  membekas di hati. Tapi aku tahu….ketika seorang sahabat pergi, Tuhan akan menggantinya dengan sahabat lain seperti yang pernah aku tulis disini. Dan setidaknya aku mau menulis sebagai warning buat aku, hidup ini singkat dan kita gak tahu apa yang akan terjadi esok pada kita atau orang-orang di sekitar kita, semoga aku tidak egois lagi dan lebih menghargai sahabat-sahabat yang Tuhan kirimkan.

Sehingga kelak tidak ada kata penyesalan, yang ada hanya….kenangan yang indah 😀

“Buat sahabat-sahabatku….terima kasih sudah menjadi bagian dari hitam putih kehidupanku….terima kasih sudah memberi warna dalam perjalananku dan memberiku banyak pelajaran berharga tentang bagaimana mencintai, memiliki dan berbagi bersama kalian. Semoga kelak kita dipertemukan kembali, sehingga aku bisa memeluk kalian untuk kesekian kalinya…”

Advertisements

26 thoughts on “Mengenang Mereka…

Thanks For Your Comments, GBU =)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s