Tetap Dicintainya…

Punya orang yang bisa bantu kita mengasuh anak dengan penuh kasih sayang itu adalah berkah ya tapi di sisi lain saya mengalami hal tidak mengenakkan seperti yang beberapa waktu lalu bikin mood saya kacau balau.

Dari sejak awal punya anak, saya punya cita-cita mulia untuk bisa masak saban hari buat anak. Waktu masih MPASI gitu sih masih kehandle dong ya, jadi tiap hari bayi-bayi makan masakan saya tapi begitu udah gedean dan mulai bisa incip gulgar alias menu makanan mereka sudah bisa table food ya udah deh mereka ikut makan apa yang kita makan. Nah di rumah saya ya tentunya the mamah yang pegang kendali dapur, jadi ya si kakak tiap hari makan masakan bikinan omanya atau ya paling males ya beli. Gak mungkin saya masak sendiri buat kakak, pemikiran pertama saya takut menyinggung perasaan the mamah yang emang ratunya dapur, kedua bikin makanan beda-beda menu per kepala itu boros bok!!, ketiga saya hampir kehilangan waktu dan tenaga tentunya setelah si adik lahir.

Nah, sebelum kakak dititipin ke si tante, saya biasanya bikinin cemilan ala kadarnya. Dari sekedar puding, kue *yang seringnya bantat :mrgreen: * atau kue tradisional macam talam ubi dll. Pokoknya saya kalo lagi iseng-iseng browsing cemilan praktis buat si kakak. Walopun ya kadang gak dihabisin dan berhari-hari ada di kulkas, sedih sih…mikirin effortnya waktu kita bikin itu cemilan kadang bikin hati gimana gitu, akhirnya karena kesel sisa makanan saya buat ke tong sampah. Tapi itu masih bisa saya tolerir, saya anggap ya wes lah, mungkin saya musti lebih keras berusaha lagi sampai nemu kesukaan si kakak.

Eh…sekarang dia dititipin ke si tante yang jago masak. Saya merasa tersisih 😦 bilang saya lebay tapi itu yang saya rasakan. Dan lebih nyess lagi saat kemarin saya belajar baking dan berhasil bikin kue yang menurut saya gak jelek-jelek amat, rasanya enak, gak bantat kog tapi dicuekin dong sama si kakak. Beda saat si kakak ngabisin kue bikinan tantenya. Apalagi si tante sering kirimin saya foto si kakak selesai makan kue buatannya, antara bahagia karena anak saya ada yang ‘ngopeni’ yang berarti anak saya ada di tangan yang tepat, tapi di sisi lain saya ngenes. Ngenes karena saya merasa gagal jadi ibu. Ibu yang selalu dikangenin masakannya oleh anak-anaknya. Saya gak bisa salahin kakak, saya gak bisa salahin si tante, saya cuman bisa menangisi kegagalan saya…sungguhan, saya nangis waktu itu. Rasanya gak rela…tapi gak bisa apa-apa, ini semua kembali adalah ketidak berdayaan saya, saya seorang ibu bekerja, yang tidak bisa 24 jam bersana anak-anak. Tidak bisa memasak untuk mereka dan membuat lidah mereka selalu kangen masakan saya…hiks, saya sedih.

Saya iri dengan ebo-ebo lain yang walo kerja tapi anak-anak keurus dengan baik, masih bisa masak buat anak-anak. Saya iri dengan ebo-ebo yang anak-anak mereka lebih suka masakan ibunya ketimbang makanan luar atau buatan orang lain. Tapi di saat emosi saya mulai turun, saya kembali berpikir kenapa hal seperti ini mencuri damai di hati saya. Kenapa saya mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi, anak-anak akan tetap mencintai saya walopun saya gak bisa bikin masakan enak buat mereka. Karena bagaimanapun saya adalah ibu mereka, yang melahirkan mereka, saya yakin mereka jauhhhh lebih menyayangi saya dari apapun *GR mode on* Ya, tadi pagi dan kemarin, si kakak gak mau turun dari motor dong, saya angkat dia untuk masuk rumah utinya tapi kakinya memeluk erat kaki saya, ya si kakak bergelantungan di kaki saya sementara lengannya saya pegangin…dia nangis gak mau pisah dari saya. Hiks…ingat itu saya jadi merasa, merasa tetap dicintainya… 😦 Jadi salah jika untuk urusan sepele di atas lantas saya marah-marah gak jelas sampai ngambek masuk kamar segala. Maafin mama ya nak, terkadang menjadi mama bukan lantas membuat seseorang langsung berubah dewasa kadang masih terselip sifat kekanak-kanakan di dalamnya. Ya, mama persis seperti anak kecil yang ngambek karena dicuekin.

Ah…untunglah saya masih bisa waras lagi. Si pak suami sih gak bisa diharapin. Tahu istrinya ngambek ya udah dibiarin. Sulit kali ya ditangkap sama logika dia, ya si suami kadang terlalu berpikir praktis, kurang peka dengan mood saya yang tiba-tiba berubah drastis dari riang gembira tiba-tiba marah-marah trus ngambek. Bersyukur masih ada Tuhan yang mengingatkan saya lagi, ya hidup terlalu indah buat mikirin hal-hal seperti itu, toh anak-anak saya aman, sehat semua, gimana jadinya kalo tidak ada tenaga yang mau bantu ‘ngemong’ mereka? Saya pikir akan lebih sengsara lagi.

20 Days Blog Challenge Day 15 – What makes you smile

Tidak ada hal lain yang bisa bikin bener-bener tersenyum bahagia, terpesona dan merasa sangat bersyukur selain saat saya melihat pemandangan seperti ini :

10923585_10203724541739083_8151972535995884183_n

Damainya melihat mereka sedang bobok. Wajah mereka sangat polos, kadang-kadang di sela mereka tidur ada senyuman kecil seolah sedang bermimpi indah, kadang pula mereka bisa menggigau lucu seolah ada hal-hal lucu yang mereka kenang hingga terbawa mimpi. Ah…jadi kangen rumah, kangen bau anak-anak.

The Liebster Award From Adek Bontot ^_^

I’ve never made posting with english, so please do not laugh at me if my english is not good. I’ll try to do my best hihihi *padahal sebelumnya nenggak panadol sekalian bungkusnya*  Yesterday, adek bontot di TM hihihi *ngebully adek bontot* Mumut has nominated me the liebster award, again…*ya elah demen banget nyusahin orang ya 😆 * Actually this is my second time, the last one was given by Memy Tyka. Here

Ok, i just copy paste from Mumut.

  1. Acknowledge and accept the Liebster Award by leaving a comment on the blog, that nominated you. Done
  2. Copy and paste the Liebster logo into your blog. Done
  3. Link back to the blogger who nominated you. Done
  4. Answer the 11 questions put to you by the person who nominated you. Done
  5. List 11 random facts about yourself. Done
  6. Nominate and link to 3—11 other blogs you enjoy that have less than 3000 followers. Nope, because i’m confused to deciding who should i nominated *ntar mbulet* 😆
  7. List 11 questions for your Liebster Award nominees on your blog. Nope, because i’m confused to create some questions, forgive me ya, Mut :mrgreen:
  8. Inform your nominees by leaving a comment on their blog. Nope

And this is it rendang daging ala chef Farah Queen *glek, maap yang nulis lagi laper*oke, this is it 11 randoms fact about me:

  1. I was born in 1994  1984.
  2. My sodiac is Taurus,it means as I wrote here.
  3. I am happy to walk in the morning, breathe fresh air or eat hot tauwa. But since i had a nursing baby, i got a lot of things that i have to do in the morning.
  4. I can’t swimming. Yes, if i go to the pool with my kiddos or my friends, i just sit on the chair at the pool side and always have a duty to keep their stuff, it’s very boring actually. My friends always call me “ikan sapu-sapu” 😆
  5. Flowers that I like is a rose. Maybe there is somebody want to give me flowers hihihi, now you know what flowers that i like.
  6. I am an animal lover. Especially for dogs, once I’ve had a few dogs at home but now that I have kids so I decided not maintain them anymore 😦
  7. I like nature, the places I’ve visited vacation time are places close to nature such as waterfalls, flower gardens, lakes, farms. So I feel grateful to have a husband who has a hometown as I like, although sometimes nganjuk very dusty.
  8. I love snacking but it is difficult to become fat. I am grateful for that but sometimes my friends bullying me “si cungkring” “kerempeng” *sirik tanda tak mampu, yes?*
  9. I really want to live in cities that are cold like Batu, Malang, so I can be close to nature and enjoy the fresh air every morning. Surabaya too much pollution.
  10. I love my life now, having a husband and childrens is heaven for me.
  11. I do not have any dream in addition to want to see the children grow up and my husband was healthy always.

And now 11 question from Mumut, here we go :

  1. How has being a blogger changed your worldview? Yes, being a blogger make me have many friends and i can learn all experience that they shared in their blog, if it is good, i can apply in my daily life too.
  2. What does blogging mean to you? Blogging is me time, where I can write anything about me and my happiness.
  3. Your favorite past-time. When I was in school, I was not thinking about anything other than learning.
  4. The 3 wishes you’d make if you get Aladdin’s Lamp. A lot of moneys maybe hihihi, not, I find it hard to answer because I feel I already have everything I need
  5. One place where you’d like to travel to. Around Indonesia. yes, i love Indonesia.
  6. Thing that has happened in your life which was like a dream come true for you. When the first time I know if I’m pregnant. It’s a wonderful moment.
  7. What short of a person is the most boring or irritating to you? I’ve written it here
  8. One weird thing you believed in as a child. horses have wings, i mean it pegasus. When I was little, I mostly watch movies like xena, warrior princess or hercules 😛 *kebanyakan ngayal*
  9. If there was a zombie apocalypse and you had to choose between staying in your home with ample food, but little protection (meaning you don’t have the supplies to board yourself in completely) or hitting the road with a full tank of gas, but very limited supplies, what would your coarse of action be.
    very scary question 😆 i’ll staying in my home, I would rather die of hunger than the risk of dying eaten by zombies. I was the person actually afraid to take risks.
  10. A sentence or two describing a happy memory from your childhood. Beloved daughter.
  11. Gold or silver? If this is about achievement or service facilities of an agency such as a bank, then I would choose the gold, but if it refers to jewelry or color, I prefer silver.

Oke, Mumut..thanks for giving me liebster award 😀 Lunas!!!

Potong Poni

Postingan ini buat ngobatin rasa kangen sama si anak di rumah. Kemarin minggu adek akhirnya potong poni. Sebelumnya poninya udah panjang banget sampai masuk mata, risih dah ngeliatnya padahal anaknya sih biasa aja. Semenjak lahir adek belum pernah dicukur atau potong rambut sih, soalnya dari lahir rambutnya lurus, hitam bagus, lumayan banyak helaiannya, jadi sayang banget mau diabisin. Beda dengan kakaknya yang lahir dengan rambut tipis sehingga begitu menginjak satu bulan kepalanya digundulin 😛 Si adek ini punya bakat rambut lurus deh kayaknya beda sama kakaknya yang rambutnya kriwil kayak emaknya hihihi.

Penampakan sebelumnya si poni tuh kayak gini, udah ada sih di postingan kemarin tapi ditaruh lagi gpp dong.

100_3398 copy

poninya panjang nutupin dahinya yang lumayan lebar hihihi

Sangking panjangnya tuh poni sampai bisa dikuncrit ke atas loh seperti ini :

IMG_20141230_101347

Yang motongin poninya si bude, diarahin sama utinya seberapa musti dipotong. Dan hasilnya seperti ini :

11009165_10203701106753223_5040624164206839769

Kata papa sih kependekan, tapi bagi saya sih lucu-lucu aja sih. Kalo kata sepupu-sepupunya kayak Dora hihihihi. Ah…jadi kangen rumah, biar cepet pulang dan cium-cium adek kecil.

Oh ya sekedar curhat nih, ada tetangga depan yang agak nyebelin menurut saya. Waktu si kakak maen-maen sama adik yang duduk di atas stroller, di depan rumahnya eh dia bilang ke si kakak “eh adiknya cantik ya…adikmu tuh lebih cantik dari kamu loh…iya, cantikan adikmu…” Si kakak kayaknya lagi sibuk maen jadi kayaknya nggak ngeh deh, kalo ngeh pasti dia protes. Soalnya si kakak kalo diledekin “kakak jelek” dia pasti protes “Ngggak, kakak cantik” nah ini si kakak diem aja, semoga sih beneran gak denger.

Saya yang waktu itu denger dari kejauhan langsung keluar rumah nyamperin mereka, mau sekalian pamitan sama adik buat berangkat kerja. Saya mau gandeng si kakak menjauh karena emang waktunya dia ikut berangkat ke rumah utinya kan, eh dilanjut tuh obrolan sama si tetangga “Iya loh Mar, semua orang disini bilang kalo adiknya Nda lebih cantik ketimbang kakaknya nih…” Saya senyum kecut, trus melengos aja sambil say dadah ke adik dan nggegandeng kakak trus selanjutnya naek motor ninggalin tuh ibu2 resek. Si Oma waktu itu baru keluar dari rumah nyamperin adik, gak denger obrolan kami, pasti si ibu tetangga ganti ngobrolin hal sama ke si oma. Saya sih gak perduli, pokoknya ngomongnya jangan di depan kakak! Nyebelin tau…

Ya gitu deh, ini ngobrolin soal poni malah melebar kemana-mana hihihi. Saya cuman kesel kalo ada orang yang ngolokin anak saya, padahal ya wajar aja sih orang menilai ini itu tentang anak saya, saya sih egp ya, saya cuman takut anak saya belum siap secara mental mendapat perlakuan seperti itu apalagi ngebanding-bandingin dengan saudaranya sendiri. Saya tidak mau ntar kakak jadi cemburu sama si adik, semoga nggak ya, karena itu saya sendiri berusaha seadil mungkin membagi kasih sayang untuk anak-anak. Makanya sebel aja ada orang yang seenaknya bilang kayak gitu, gak tahu apa sini mati-matian menjaga anak-anak supaya tetep rukun dan saling sayang…. Perlakuan seperti itu kan ya hampir sama dengan bullying dan itu pasti nyebelin plus nyakitin, terserah dibilang lebay 😛 Terakhir saya cuman bisa berdoa semoga anak-anak saya bisa tumbuh dengan kepribadian yang kuat jadi sekeras apapun perlakuan orang lain terhadap mereka, mereka tetep bisa menghadapinya dengan sebuah senyuman.

20 Days Blog Challenge Day 14 – How important you think education is?

Kemarin udah ketik-ketik lumayan panjang eh gak sengaja ketutup dan gak kesimpen dong 😛 kzl…terpaksa hari ini buat lagi, semoga gak nguap deh apa yang dipikirin kemarin.

Pada dasarnya saya tuh suka belajar, jadi bagi saya pendidikan itu penting banget. Seperti yang pernah saya jawab di 11 pertanyaan liebster award disini kalo seandainya saya punya kesempatan untuk sekolah lagi, ya kenapa gak? Saya mau kog asal timingnya tepat plus yang terpenting dananya ada hihihihi… yang terakhir sih yang kayaknya bikin ya sudahlah duitnya dipake buat sekolahin anak-anak saja lah, fokus ke pendidikan anak-anak dulu deh.

Tapi kalo kursus mungkin masih bisa lah ya cuman memang harus pas timingnya juga. Dulu waktu kakak masih kecil mikirnya ntarlah kalo kakak udah agak gedean, saya mau ambil kursus bahasa. Eh gak tahunya si adek nongol di perut, ya udin diundur lagi rencana tsb. Semoga ntar beneran keturutan ya, sebelum malasnya saya keluar duluan.

Kenapa pengen kursus bahasa? Simple aja, itu yang lebih menarik saya. Kalo kursus lainnya, mungkin menjahit, memasak, berdandan? Gak deh, saya kurang tertarik. Saya lebih suka kursus bahasa. Pengennya ambil bahasa inggris dan belanda hehehe. Kenapa belanda? Sebenernya saya punya stori sih soal itu.

Papi saya itu masih ada keturunan Belanda, lahir di tanah Cirebon menikah dengan orang Jawa Timur en lahirlah saya, asli Surabaya hihihi. Jadi papi saya itu pinter was wes wos bahasa belanda dan sunda. Tapi waktu udah nikah sama mama, banyakan pake bahasa jawa, jadi saya ini lahir sampai gede tahunya cuman bisa bahasa jawa. Papi pernah mau ngajarin bahasa Belanda dan Sunda ke saya, dibikinin semacam kamus kecil gitu kan, tapi dasarnya saya dulu itu males bin dodol jadi ya nguap aja gitu hasil kursus bahasa itu hihihi. Nyeselnya sekarang waktu papi udah gak ada, ilmu gratis kog disia-siain neng? Makanya pengen banget belajar bahasa Belanda. Trus dipikir-pikir kalo bisa bahasa Sunda kan asyik ya, bisa spik2 sama Mumut, Pungky dan ibu2 TM lain yang lihai berbahasa Sunda heuheu, gak kayak sekarang, sukanya roaming di grup :mrgreen:

Balik lagi soal pendidikan, saya juga pengen anak-anak bisa meraih prestasi di sekolahnya ntar. Dulu saya waktu esde gak bayar spp karna dapat beasiswa, dulu saya masuk rangking 10 terus hihihi, nyombong dikit gpp ya 😆 Kepengen dong anak-anak ntar juga bisa meraih prestasi serupa atau mungkin bahkan lebih dari saya. Itu sih harapannya, tapi balik lagi saya tidak lantas ingin membebani anak-anak. Apapun prestasi mereka, saya akan hargai. Biarkan mereka meraih kehidupan mereka sendiri, saya dan suami hanya mensupport serta berdoa untuk keberhasilan mereka, hasilnya terserah Tuhan kasih saja lah ya 😀

Dah itu aja sih pemikiran saya soal pendidikan….kemarin kan saya posting pendek banget soal relationship, nah sekarang lumayan panjang lah ya hihihi, semoga gak bosen 🙂

20 Days Blog Challenge Day 12 – Do you like your name. Explain

Dari kemarin kog tantangannya nyeritain diri mulu ya, nama panggilan saya, nama blog trus sekarang tanya apa suka dengan nama saya sendiri? Isshhh pertanyaannya itu loh bikin pusing pala barbie…“i’m a barbie girl, in the barbie world, life in plastic, it’s fantastic…” malah nyanyik hihihi, yang ikutan nyanyi ketauan umurnya 😛 Sebenernya udah pernah cerita soal nama saya disini tapi ya sudahlah saya jelasin lagi *najong*.

Saya terlahir dengan nama lengkap di ktp Maria Kristiani. Kalo Zipora itu nama baptis saya. Pengambilan nama Maria Kristiani tersebut karena memang saya terlahir dari keluarga kristen, jadi ya papi saya maunya kasih nama anak perempuannya dari nama tokoh wanita di alkitab dan yang paling famous di alkitab ya nama Maria kan. Bisa jadi Maria bunda Yesus atau Maria Magdalena, dengan harapan pastinya biar kelak saya dewasa bisa meneladani mereka, kalo yang ini sih on process yah… Malu sebenernya pake nama bunda Maria, lah sini orangnya petakilan 😛

Kalo nama Zipora sendiri itu kalo di alkitab adalah istri dari nabi Musa. Pernah cari-cari arti nama itu sendiri dan tahulah saya arti zipora sendiri, dalam bahasa  yahudi artinya burung kecil, CMIW. Lucuk juga ya, makanya saya suka memakai nama ini sebagai nama depan saya yang bisa dikenal publik, lagian saya belum ketemu tuh sama orang yang namanya juga Zipora, kalo Maria mah banyakkkk…hahahaha, pasaran 😛 Maria cinta yang hilang, Maria Mercedez

Ya udin ketimbang pusing, kita dengerin aja yuk lagu Aqua tadi yang terngiang-ngiang di telinga.