Imanuel

Beberapa bulan ini dan mungkin dalam satu tahun ini menjadi tahun berat buat saya seperti 5 tahun yang lalu. Tapi saya bersyukur sepertinya Tuhan sedang ingin saya naik level berikutnya dalam ujian hidup. Ya memang seperti yang sering kita baca dan dengar Tuhan tidak menjanjikan hidup yang mulus tanpa hujan, tapi Dia berjanji akan selalu menyertai. Ya itu keyakinan saya saat ini, saya tidak sendirian! Ada DIA…Itu juga sumber kekuatan saya dan Puji Tuhan, Dia selalu mengirimkan obat untuk setiap luka saya. Dia hadirkan sahabat, dia hadirkan anak-anak saya, dia sibukkan saya dengan pekerjaan yang akhirnya membuat saya lambat laun menikmati setiap naik turunnya hidup.

Begitu juga pernikahan saya yang tahun ini masuk usia 7 tahun. Dan semakin terasa riak-riak kecil perbedaan pemikiran kami berdua, namanya juga dua kepala menjadi satu, tentu susah! Tapi susah bukan berarti mustahil, jadi saya yakin bahwa nanti ada jalannya sampai kami benar-benar bisa menjadi pasangan yang ‘serasi’ yang bisa sehati sejiwa sepemikiran. Walo saya tahu ada harga, ada pengorbanan yang musti dilakukan tapi biarlah itu berjalan seiring waktu.

Sebenernya ada masalah apa sih, pasti itu pemikiran orang dan tak jarang malah berpikir kalo saya baik-baik saja karena setiap hari yang keliatan di wajah saya adalah wajah penuh keceriaan. Yes, saya memang tidak ingin membawa permasalahan saya sampai mempengaruhi hubungan saya dengan dunia luar. Dunia luar tidak perlu tahu sedang terjadi sesuatu dengan saya. Lagipula dengan memasang wajah mellow, cemberut juga gak akan bikin masalah saya beres kog. Kalopun sekarang saya menulis, saya hanya ingin menjadikan tulisan ini sebagai terapi jiwa, supaya saya benar-benar bisa tetap waras hehehe.

Kembali lagi tulisan ini saya tutup dengan bersyukur kepada Tuhan. Dia segalanya buat saya. Saya yakin tanganNya tidak pernah berhenti menopang saya!! saya tidak pernah ditinggalkanNya!

20 Days Blog Challenge Day 8 – Favourite line from a song and why

” While I’m waiting I will serve You
While I’m waiting I will worship
While I’m waiting I will not faint… “

hayo lirik lagu apa itu? Itu lirik lagu sounctracknya Fire Proof yang sinopsisnya udah pernah saya tulis disini. Setiap ada masalah berat dan membuat saya musti banyak berdoa (hihihi ketauan kalo ada masalah baru sadar sama Yang Diatas 😆 ) saya ingat lagu ini…

Lagu ini mengajarkan kita untuk bersabar, menanti tangan Tuhan bekerja, rencana Tuhan pasti indah buat kita pada waktu yang Dia tentukan. Jadi selagi belum ada jawaban, tetap berdoa, berjuang, bertahan dan jangan putus asa!! Hanya itu saja.

Warisan Iman 2

Kemarin khotbah di gereja yang dibawain sama Ev.Hesty orang Menado *lirik Lisa, entah kenapa kalo ada kenal satu orang Menado, ingetnya musti ke Mrs.Poltak :P* bagus buat dishare disini, walopun muatannya kristiani tapi goalnya tetep sama yaitu masalah parenting. Hubungan antara orang tua dan anak-anak mereka. Bahan renungan yang diambil itu dari Kejadian 4:16 dan Kejadian 4:26 disitu diceritakan bahwa Adam memiliki beberapa anak, kloter pertama *emang rombongan haji?*  itu Kain dan Habel, tapi kemudian ada kejadian si Kain ngebunuh Habel kan, trus sebagai gantinya kloter kedua diberangkatkan :mrgreen: anak ketiga Adam bernama Set.

Di ayat 4:16 dikatakan “Lalu Kain pergi dari hadapan Tuhan dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden”

Sebaliknya di ayat 4:26 dikatakan “Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itu orang mulai memanggil nama Tuhan”

Ada yang bertolak belakang disini dari kedua sosok papa, papa Kain dan papa Set. Papa Kain setelah terusir dari keluarga karena kejadian ngebunuh sodaranya sendiri, dia akhirnya meninggalkan Tuhan. Sedangkan Set, justru lewat keluarganya, orang mulai mengenal nama Tuhan.

Dibaca di ayat-ayat selanjutnya, diceritakan kalo keturunan papa Kain adalah orang-orang hebat. Ada yang jadi musisi, orang ahli besi, ahli kemah, dsbnya yah kalo di jaman sekarang mungkin bisa dibilang bisnis properti atau bisnis jual beli besi, dkk seperti bos eike :mrgreen: tapi kehidupan rohani mereka alias hubungan mereka dengan Tuhan bagaimana tidak diceritakan, jadi yang menonjol adalah prestasi akademis mereka dan kekayaan serta kekuasaan yang mereka punya. Malahan ada salah satu keturunannya bernama Lamekh adalah orang kuat yang selalu membalas orang jahat sama dia, tujuh kali lebih kejem isshhhh….preman pasar kalah deh 😆

Sedangkan keturunan papa Set, hampir semuanya gak ada prestasi akademis atau kekayaan dan kekuasaan yang diceritakan, justru melainkan kedekatan mereka dengan Tuhan. Seperti misalnya Henokh yang dekat sama Tuhan sampai meninggalnya pun kapan gak ada yang tahu karena tiba-tiba dese ilang, diangkat Tuhan ke sorga. Trus kemudian Nabi Nuh juga salah satu keturunan papa Set, udah pasti tahulah gimana imannya Nuh pada Tuhan, di tengah orang berdosa, dia manut disuruh bikin kapal gede, dan pada akhirnya dia dan seluruh keluarga selamat dari hujan dan banjir besar, Puji Tuhan.

Nah…intinya dari perenungan tadi, mengajarkan kita bahwa yang “paling penting” dari semua prestasi dan kebanggaan lain yang bisa kita terima dari anak-anak kita, alangkah terlebih bangganya kita sebagai orang tua kalau melihat anak-anak kita bertumbuh dengan warisan iman yang kita sudah bekali sejak dini. Boleh aja mendorong anak berprestasi di sekolah, biar besoknya dia pinter, biar kehidupannya kelak bisa mapan, syukur-syukur jadi orang kaya dan terkenal tapi “terlebih penting” adalah warisan iman, pengenalan pada Tuhan. Kalau anak-anak kita sejak dini, mengenal siapa Tuhannya, yakin hidupnya bakalan diberkati, bukannya pinter, kaya dan terkenal itu cuman bonus dan bukan goal dari hidup kita? Toh waktu mati, itu semua cuman jadi kenangan di kubur?

Trus kemarin ibu pendeta cerita yang lumayan bikin shock sih, gimana pergaulan anak sekarang. Dese punya jemaat, trus jemaat itu punya anak. Nah, suatu ketika si ibu pendeta digerakkin Tuhan buat mendoakan si anak jemaat tsb dan sebaliknya si jemaat juga kog rasanya kepengen membawa si anak ke ibu pendeta. Trus ibu pendeta tanya “umur anak ibu berapa tahun?” trus si jemaat bilang “kelas 6 SD, bu” oh…yahhh, kalo masih sd paling-paling nakal apaan sih? Pacaran kali? Ato mbolos sekolah gitu kan…. “Ok, bu. Bawa anaknya besok kesini ya, tapi jangan ditemenin, saya mau ngomong sendiri sama anak ibu”

Nah singkat cerita, ibu pendeta ketemu sama bocah kelas 6 SD itu. Trus mulai ibu pendeta to the point nanya “Kamu buat dosa apa sih sampai saya kog disuruh Tuhan ngomong sama kamu?” trus si bocah jawab “Saya merokok tante…” gitu kan jawaban pertama, oh…oke…masih kasus ringan, pikir ibu pendeta tapi hatinya terus didesak Tuhan buat tanya lebih detil. “Ada yang lain?” trus pengakuan kedua dimulai, si bocah esde bilang kalo dia biasanya sepulang sekolah, diantar sopir pake mobil Alphard, kebetulan dese tinggal di salah satu perumahan elite di Surabaya. Selese sekolah dia tetep di mobil, pintu ditutup, posisi masih di garasi, dan dese ngelakuin masturbasi dong………rrrr

Ibu pendeta mulai melotot, ini anak kelas 6 esde loh ini bukan anak kuliahan. Trus dia medesak lagi si anak cerita lebih banyak, dan si bocah ngaku kalo udah tidur dengan 4 teman sebayanya di sekolah. What?? Shock kan dengernya… tapi tunggu dulu ada pengakuan terakhir yang bikin para ibu bisa jantungan, si bocah suka dolan ke tempat prostitusi yang mau ditutup sama ibu Risma itu……dan sesuai juga dengan cerita ibu Risma di Mata Najwa dong kalo salah satu pelanggan PSK disana adalah bocah esde T_T

Yah ibu-ibu kita terkadang tidak sadar menentukan prioritas anak-anak dalam mengejar goalnya hidup di dunia ini. Seringnya kita kasih beban ke anak, musti pinter, musti gini…gitu, disuruh les seabrek-abrek, kalo ada duit disekolahin di luar negeri. Tapi kita lupa “hal terpenting” yaitu IMAN…..semoga kita bisa menjadi pembimbing sekaligus teladan iman bagi anak-anak ya buibu, brb saya mau mewek ngebayangin cerita ibu pendeta, kalo-kalo saya jadi orang tua si anak esde itu 😥 Ini sekaligus pelajaran buat saya buat bener-bener giat beribadah lagi, saya pengen jadi role mode yang bener buat anak-anak, semoga ya…karena saya pun jauh dari sempurna tapi yakin aja dengan mengandalkan Tuhan, pasti bisa.

Warisan Iman

Kemarin ditunjukin sama papanda bm dari temannya soal kelakuan anak smp sekarang. Dan yang pasti gak mungkin dipajangin disini ya bok, yang pasti ibu-ibu gak bakalan mau buka, udah serem duluan kalo diceritain isinya apa hihihi.

Ini cerita serius tapi pembukaanya cengengesan. Ya kan ini wiken jadi mari bicara serius dengan gaya sesantai mungkin…apeu seh.

Yang jelas sih di video itu yang terlihat 3 org pelajar esempe, cowok atu, cewek dua. Dan bisa ditebak video itu isi apa kan. Ceritanya mereka belajar kelompok dengan situasi kelas yang udah buyar, karena kursi udah dinaikin ke atas meja gitu. Belajar kelompok tentang apa? Tentang anatomi tubuh :mrgreen:

Ngeliat video begituan jadi mikir, ini kenapa bisa kejadiannya di lingkungan sekolah? Apa sekolahnya gak ditutup gitu ya kalo memang jam belajar sudah selesai? Kalo dibiarin sekolah terbuka bahkan setelah jam belajar selesai, jangan kaget ada muridnya di dalam berbuat yang enggak2 dan nama sekolahlah yang tercemar.

Malahan aku lihat pelaku cowok memakai celana esempe itu yang panjang bukan pendek sedengkul dan temen cewek yang nyorakin pelaku saat grepeng2, buka2 itu pake jilbal loh. Berarti sekolah mereka bukan sekolah biasa tapi sekolah berbasis muslim. Bukan mau ngomongin SARA disini tapi ini berarti pelajaran kita sbg orang tua bahwa pendidikan moral dan agama untuk anak-anak kita tidak bisa kita tumpukan pada pilihan sekolah tertentu. Semuanya kembali ke peran kita sebagai orang tua, sekolah pertama anak-anak.

Gak jaminan sekolah di sekolah muslim ato kristen, bakalan bikin anak lebih bermoral dari anak-anak yang sekolah di sekolah umum, setuju? Beberapa temen deket saja ada yang dari keluarga yang rajin ke gereja bahkan orang tua mereka memangku jabatan penting di gereja, eh…temen-temen tersebut malah yang saban hari mabok di club.

Seperti komen jeng Indah kemarin, kita sebagai ibu suatu hari nanti saat dipanggil Yang Kuasa, Tuhan tidak akan bertanya jumlah asi yang kita beri buat anak, makanan apa yang kita sediakan di rumah dsb-dsbnya tapi lebih kepada tanggung jawab kita tentang moral dan iman si anak. Makasih ya kakak buat nasehatnya, supaya aku lebih fokus ke hal esential yang paling diperlukan anak-anak sebagai bekal masa depan mereka.

Moral dan Iman adalah warisan yang gak akan kegerus waktu, dengan bekal seperti ini semoga anak-anak nantinya bisa menentukan pilihannya sendiri saat masuk pergaulan yang luas dengan teman-teman mereka. Harapan kita pasti demikian kan ibu-ibu? Jadi tamparan keras juga buat saya untuk gak putus-putusnya mendoakan si nda2 dan calon adek di dalam perut agar sejak dini mereka dituntun Tuhan sehingga kelak mereka hidup sesuai kehendakNya. Amin…

Gak lucu juga kalo di mata manusia kita nampak sebagai keluarga bahagia dan soleha, rajin beribadah tapi di mata Tuhan kita gagal meneruskan warisan iman pada anak-anak kita. Makanya ini jadi pelajaran penting buat kami berdua sbg orang tua nda2, kalo mau nda2 rajin berdoa maka kita terlebih dahulu jadi role mode. Dan Puji Tuhan kami mulai rajin membangun doa bersama setiap pulang kerja. Amanda juga sudah paham jadwalnya, setiap papa mama udah di kamar bawa alkitab dan buku renungan, dia sudah inisiatif mematikan televisi. Dan sekarang kalo mau bobok dan aku udah kepengen pules aja, si nda2 tiba2 membangunkan kita dan kita lihat dia duduk manis di ranjang dengan tangan terlipat. “Mau ngapain nda?” hihihhii ini emak, udah tahu salah masih aja lempeng “Berdoa?” Dan Nda2 mengangguk dengan semangat. Selese doa baru deh dia mau diajak bobok.

Kita mungkin tidak bisa mewariskan harta seabrek-abrek untuk anak kita, yang gak abis dimakan tujuh keturunan tapi semoga kita bisa mewariskan iman yang menjadi harta paling berharga bagi mereka. Amin 😀 Happy wiken teman-teman.

Seharusnya Aku Datang

Ngebaca postingan mbak novi yang ini, tiba-tiba ingat sama lagu ini deh… lagu ini udah lama banget aku denger dan berkali-kali aku membaca liriknya, sontak aku ngerasa, aku jauh dari Tuhan.

Selama ini seringkali kita sebagai manusia *lima jari tunjuk diri sendiri*, seringkali dan berulang kali, datang ke Tuhan alias ngejalanin ibadah cuman sebagai rutinitas doang dan lebih parahnya kita datang cuman buat ngeluh sama Tuhan, minta macem-macem. Giliran semuanya berjalan baik dan semua keinginan kita terpenuhi, lupa deh sama yang ngasih.

Dalam kehidupanku sendiri, bolak-balik deh Tuhan ‘menegur’ aku. Saat kehidupanku dulu mulus tiba-tiba kehidupanku jungkir balik ke nol dan membuatku kembali datang mohon-mohon sama Tuhan *keplak diri sendiri* hemm…Tuhan kog jadi tambal butuh aja. Seperti halnya ilustrasi yang pernah aku baca dulu. Saat seorang bos dari lantai atas, neriakin pegawainya yang ada di lantai bawah. Karena bolak-balik dipanggil gak noleh, si bos ngelempar uang ke bawah, eh si pegawai bukannya noleh ke atas malahan pungutin koin tadi dan kembali sibuk sendiri. Akhirnya si bos karena gemes, ngelempar deh batu kecil ke arah pegawainya itu dan sontak deh pegawainnya tersebut noleh ke atas gegara nyari sapa yang kurang ajar ngelempar batu ke dia. Lucu ya kedengarannya tapi itulah seringkali kita, inget Yang Diatas kalau udah ada ‘batu’ jatuh di kepala.

Dan mari kita bayangkan, kalau kita punya anak dan anak kita tersebut cuman datang ke kita pas dia ada maunya aja alias pas kepepet tapi giliran dianya seneng-seneng, lupa kita…gimana coba perasaan kita sebagai orang tua? Itulah perasaan Tuhan kalau kita cuekin…Dia selalu rindu, selalu rindu kita datang, walau sekedar nyapa Dia dan bilang “Thanks God for today….” atau sekedar basa-basi *lebih bagus kalau tulus :lol:* “I love You God…”

Ini sekedar sharingku loh ya, kalau ada yang punya pendapat sendiri sih silahkan, aku sendiri bukan orang yang religius kog cuma orang biasa yang belajar buat berubah ke arah baik hari demi hari walaupun yah…kadang-kadang masih saja ada kekurangan. I’m not a perfect human, right?

Thanks mbak nop, buat inspirasinya hari ini….semacam batu kerikil nancep di kepala dan ngingetin aku buat gak lupa sama Yang kasih idup…Thanks God for today, you are always greeted me in many ways and made me miss Your presence as a father who loves me.

SEHARUSNYA KUDATANG

By: Bobby taken from album “Isi Hati”

Seringkali kudatang Tuhan
Hanya karna sejuta keluhan
seringkali kulupa Tuhan seharusnya kudatang

Dengan segenap rindu
dari lubuk hatiku
dengan hasrat yang tulus
karna kucinta padaMu

Tak hanya memikirkan
berkat yang Kau berikan
sungguh hanya karnaku
mengasihiMu Yesus

Seringkali aku berdoa
hanya karna tak ingin dicela
namum kini ku sadar Tuhan
seharusnya kudatang…..

Dengan segenap rindu
dari lubuk hatiku
dengan hasrat yang tulus
karna kucinta padaMu

Tak hanya memikirkan
berkat yang Kau berikan
sungguh hanya karnaku
mengasihiMu Yesus

Bahagia Bagiku…….. :)

Bahagia itu…….kalo Papa ajakin bercanda Mama, walo harus bermacet-macet di jalan

Bahagia itu……..kalo berangkat kantor, Nda2 mau tersenyum mengantarku di depan pintu, walo aku tahu sulit bagiku berpisah dengannya.

Bahagia itu………kalo bisa makan kenyang, setelah stres ngadepin kerjaan.

Bahagia itu……….kalo bercanda bareng teman dan sahabat, entah di dunia nyata atau dunia maya, walopun abis dimarahin si bos

Bahagia itu……..kalo bisa belanja kebutuhan bulanan, walopun dalam hati bertanya, kapan naek gaji :mrgreen:

Bahagia itu……….bisa tidur nyenyak, walopun pikiran suntuk karena lelah seharian

Bahagia itu……….bisa tetep bangun pagi dan nyiapin makannya Nda2 walopun kepala lagi migren.

Bahagia itu……….gak kenal ujan ato panas

Bahagia itu………berasal dari hati. Bahagia itu datang saat hati bisa mensyukuri nikmat sekecil apapun.

Makasih Tuhan buat hari yang indah ini. Tuhan baik, selalu baik. Haleluya…….. 😀

Ditulis dengan WordPress untuk Blackberry

Fire Proof

Setelah cerita yang serius-serius…kini lanjut cerita….serius juga hehehe. Bukan yang serius amat, ini aku hanya mau tulis-tulis aja film yang kalau belum nonton berkali-kali gak puas, satu dulu ya, ntar yang laen nyusul :

Fire Proof

Ini aku gak sengaja nemu cdnya pas bongkar-bongkar lemari tipinya mertua :mrgreen: biasalah lagi nyari tontonan yang mungkin bisa ditonton n seru…

Aku pikir film apaan nih, sampul depannya gambar siluet lelaki perempuan pelukan gitu tapi kog judulnya fire proof? Apa hubungannya dengan pemadam kebakaran? Makin penasaran deh..

Ternyata ini film dengan genre film romantis religius gitulah.

Dibuka dengan adegan seorang anak kecil bernama Chaterine yang sedang bercakap-cakap dengan mamanya tentang pernikahan. Chaterine bilang kalau dia ingin menikahi Papanya, dan Mamanya bilang kalau itu tidak mungkin karena Papa adalah suami Mama.

So sweet banget percakapan itu. Kelak kalau Amanda gede bertanya gitu gak ya? Maksudnya itu kalau dia sampai bertanya begitu berarti figur ayah begitu indah di mata Amanda.

Berlanjut ke cerita ketika Chaterine dewasa dan menikahi seorang lelaki bernama Caleb. Chaterine berprofesi sebagai seorang PR di sebuah rumah sakit, sementara Caleb adalah seorang pemadam kebakaran yang punya motto “Never leave your partner behind”. Hubungan pernikahan mereka dalam masalah, dimana masing-masing mereka punya kebencian satu sama lain. Chaterine memandang kalau suaminya sama sekali tidak perhatian dengan dirinya, disaat dia butuh banyak biaya untuk merawat mamanya yang terserang stroke, Caleb justru sibuk mengumpulkan uang untuk keinginannya membeli kapal. Sebaliknya Caleb sering merasa kalau istrinya tidak menghargai dia, bahkan untuk makan malam pun  istri tidak pernah menyediakan makanan.

Ketika mereka bertengkar hebat, Caleb mengambil langkah untuk bicara dengan sang ayah. Dia berkata kalau dia dan Chaterine sudah berniat untuk berpisah. Sang ayah mencegah langkah Caleb yang terdengar buru-buru dan dia memberi tantangan untuk Caleb. Dia memberikan sebuah agenda berisi tulisan-tulisan ayahnya yang harus komit dikerjakan Caleb setiap hari sampai 40 hari dan setelah itu dia  bisa memutuskan untuk bercerai atau tidak.

Caleb menyetujui walaupun pertamanya ragu. Dia mulai menjalankan apa yang dituliskan ayahnya untuk merebut kembali hati Chaterine. Mulai dari mengerjakan tugas rumah, mencuci piring, tidak ada tanggapan berarti dari Chaterine, dia hanya diam dan ngeloyor pergi.

Begitupula saat Caleb membeli bunga terindah dan termahal, Chaterine pun cuek. Malahan dia mencurigai suaminya kalau-kalau suaminya ingin sejumlah uang setelah perceraian mereka nanti.

Caleb mulai merasa frustasi dengan kecuekan Chaterine. Maka dia curhat dengan salah satu rekannya di tim pemadam kebakaran. Temannya bercerita sesuatu yang tidak disangka oleh Caleb. Ternyata temannya pernah mengalami perceraian yang pahit sampai akhirnya menemukan pasangan hidupnya sekarang.

Temannya itu membawa tempat garam dan merica dan menggabungkan keduanya dengan lem sampai kedua tempat itu sulit terpisahkan. Teman itu bilang kalau perceraian itu ibarat memisahkan dua orang yang sudah menjadi satu, pasti akan melukai keduanya.

Di lain pihak, Chaterine sedang ditaksir oleh seorang dokter. Dokter ini tampak begitu mempesona, perhatian dan selalu mau mendengar curhatan Chaterine tentang keadaan Mamanya yang sakit parah. Dokter tersebut tidak tahu status pernikahan Chaterine karena Chaterine tidak lagi memakai cincin pernikahan.

Sampai suatu hari Caleb mendapat cidera ringan akibat menyelamatkan seorang gadis dalam sebuah kebakaran. Tanpa diduga dokter yang memeriksa Caleb adalah dokter yang menyukai Chaterine, tanpa sengaja suster menyebut kalau Caleb adalah suami Chaterine.

Pada suatu titik Caleb capek dengan sikap Chaterine yang kerap menolak kebaikannya, dan ketika itu disampaikan pada ayahnya, ayahnya balik bertanya. Apa bukan itu juga yang dirasakan Tuhan? Berulang kali kita juga menolaknya setelah cintaNya yang begitu besar? Mengapa Tuhan masih bisa mencintai kita yang kerap berbuat kesalahan. Caleb merenung dan dalam hati dia mulai berjanji untuk kembali pada iman percayanya pada Tuhan. Dan sejak itu dia mulai rajin berdoa untuk istrinya.

Caleb pun semakin serius mengikuti apa yang ditulis ayahnya tidak perduli walaupun Chaterine tidak memperdulikan dia. Mulai mengerjakan tugas harian rumah, memberikan bunga, menyediakan sarapan, sampai menghancurkan komputernya sendiri karena memang dia ini kecanduan internet pornografi.

Ketika Chaterine hendak melunasi pembayaran alat-alat medis untuk mamanya, dia terkejut karena ternyata tagihannya sudah dilunasi seseorang. Chaterine sangat gembira mendengarnya, dia yakin kalau dokter yang menyukainya itu yang sudah dermawan menolongnya.

Sementara itu Caleb menemukan kartu pemberian dokter tersebut untuk Chaterine dan melabrak dia di rumah sakit dan tegas bilang ke dia kalau dokter itu gak akan mendapatkan Chaterine dengan mudah. Baru diancam begitu, ternyata si dokter ketakutan, waktu Chaterine ajakin dia makan siang, dia malah membuat sebuah alasan dan ngeloyor pergi.

Beberapa saat kemudian, Caleb menjumpai istrinya ternyata sakit dan tidak keluar kamar semenjak pagi. Caleb menjumpainya dan membelikan dia obat, serta menawarkan makanan. Chaterine tertegun melihat perubahan suaminya. Dia mulai bertanya ada apa dengan semua perlakuan manis itu. Caleb menunjukkan agenda dari ayahnya, dan Chaterine menjawab “bukannya ini sudah lewat dari 40 hari? kenapa kamu masih melakukannya?”  Caleb mulai membuka hatinya dan meminta maaf atas kesalahannya selama ini pada Chaterine dan berharap Chaterine mau membuka hatinya juga.

Sampai akhirnya Chaterine mulai menemukan bahwa yang melunasi pembelian alat-alat medis untuk mamanya adalah Caleb sementara si dokter pujaan hatinya cuman menyumbang sekian dolar saja. Chaterine tidak sanggup berkata apa-apa, rupanya tabungan suami yang hendak dibelikan kapal dihabiskan untuk keperluan itu. Betapa bahagianya Chaterine sekaligus merasa berdosa pada suaminya. Buru-buru dia menemui suaminya dan meminta maaf hingga akhirnya mereka berpelukan dan bahagia.

Chaterine mengatakan sesuatu yang sungguh mengharukan :

“Something has changed in you and i want what happened to you to happen to me”

Pada akhirnya mereka memutuskan untuk kembali meneguhkan pernikahan mereka di altar gereja.

Pada ending cerita, Caleb bertanya pada sang ayah. Bagaimana dulu ayah melewati semua rintangan yang sama seperti yang dituliskan di agenda. “Bukan ibumu nak yang mau pergi, tapi ayah dan ibumu lah yang menulis di agenda ini dan melakukan setiap hari untuk membuat ayah kembali…” begitulah kira-kira percakapan mereka, aku lupa dialognya. Yang jelas, Caleb kaget, selama ini dia kurang dekat dengan sang ibu karena dia menilai kalau ibunya terlalu cerewet dan mencampuri urusan pribadinya.

Sontak Caleb lari dan memeluk ibunya sambil berderai air mata. Semenjak itu pernikahan mereka menjadi sangat bahagia dan babak baru dimulai, mereka kembali rajin ke gereja dan membangun pernikahan mereka dengan dasar yang benar yaitu iman. Jadi intinya kalau kamu ingin kehidupan pernikahanmu fire proof alias anti api badai bla…bla…balik lagi ke soal keimananmu? Sudahkan kamu berbalik padaNya? Dan menyembah Dia sungguh-sungguh. Kalau kamu tidak memiliki cinta dariNya, mustahil kamu bisa mencintai pasangan kamu yang mungkin memiliki banyak kekurangan….

Asli buaguss banget filmnya, bagi pasangan baru menikah ataupun yang sudah menikah recomended deh…

Sountracknya juga uenak didenger…

I’m waiting
I’m waiting on You, Lord
And I am peaceful
I’m waiting on You, Lord
Though it’s not easy
But faithfully, I will wait
Yes, I will wait
I will serve You while I’m waiting
I will worship while I’m waiting on You, Lord

Fire Proof ambil gambar disini