Waspadalah…waspadalah!!

Sejujurnya dari awal, memang sosok Pepi misterius bagiku. Dari hasil chat bersama dia, seolah dia tertutup banget perihal siapa dia dan dimana dia berasal, sekarang tinggal dimana. Sempat terlontar dari dirinya kalau kita gak boleh terlalu kepo sama urusan orang karena dunia maya ini jahat kata Dedo, “suaminya” ..hehehe…ternyata itu kalimat nunjuk dirinya sendiri to? Ya gitu deh, sempet tertarik buat ikut nyumbangin duit buat anak-anak bayi di rumah singgah yang pernah dia post di blognya. Tapi berhubung suami gak setuju dan lebih nyaman, nyumbang lewat gereja…..batal deh. Syukur, mungkin saja nanti malahan kalau saya jadi nyumbang lewat dia, ilang deh itu uang….saya gak rela, kalau uang yang mustinya kita niatin buat bantu orang malah disalahgunakan.

Semoga apa yang diceritakan allisa ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua, untuk gak gampang percaya sama orang apalagi orang yang belum jelas siapa dan dimana dia berasal. Dan semoga sih temen-temen semua yang mengalami hal yang sama dengan Allisa, gak terulangi lagi ya……cukup deh sama satu orang ini. Juga buat Lulu, sabar ya….mari kita ketawa bersama atas kedodolidodolipretnya kita…

Semoga dengan postingan-postingan ini bisa membuat kita kian waspada dan kalau kamu baca juga, Pep…harapan kami, kamu bisa menyadari kesalahan kamu dan tidak mengulangi kesalahan kembali. Yang ada nanti kamu akan kehilangan banyak teman-teman yang berniat tulus padamu. Tapi apabila kecurigaan kami semua salah, pastilah kami akan minta maaf secara terbuka juga sama kamu…

Buat tahu lebih banyak soal pepi ini bisa baca beberapa link berikut :

Cerita Pepi By Bunny Cat

Aku Tertipu Dia By D’Rahman Family

Blogger penipu? By Ka-Lu-Na

When Samosir Meets Krones

Dear teman-teman, harap berhati-hati jika bertemu dengan kenalan baru di dunia maya yang :

1. Gak kalian kenal sebelumnya tapi bersikap akrab banget dan menyapa kalian begitu hangatnya hingga terasa seperti dia udah kenal lama dengan kalian.

2. Mengaku sangat berbakat terutama di hal-hal yang ngandelin otak kanan dan sering pamerin hasil karyanya.

3. Sering bercerita tentang ketangguhannya dalam menjalani hidup serta bagaimana kepeduliannya terhadap hal-hal sekitar.

4. Mengaku sebagai aktivis sosial atau minimal orang yang peduli banget dengan isu-isu sosial terutama menyangkut anak-anak.

5. Rajin sekali membaca blog atau tweet atau apapun itu menyangkut kalian di dunia maya dan rajin ngasih tanggapan/komentar.

6. Suka sekali memuji, dengan cara yang menurut saya berlebihan sekali (yang mana sebenarnya sejak awal baca pujiannya, udah ada rasa gak nyaman di hati).

7. Setelah kenal, mulai nawarin barang-barang dagangan atau hasil karya tangannya. Selain itu juga suka nawarin kerjasama bisnis dan investasi.

8. Nyembunyiin…

View original post 790 more words

Menjadi Single Parent

Kemarin malam aku seperti biasanya jadwal hari minggu adalah nonton Super Trap yang tayang di Trans TV jam 8 malam. Nah, sebelum mulai tayang, ada acara sebelumnya yang lumayan aku suka. Nama programnya Nilai Kehidupan, jadi semacam apa ya? Cerita-cerita pendek yang banyak bercerita tentang parenting, kehidupan bersosialisasi dan hal lain yang bisa menjadi inspirasi.
Ada satu cerita yang sumpah bikin aku nangis hehehe. Atau emang dasarnya aku emang yang cengeng, gak tahu lah, yang jelas itu ceritanya ngena banget dah.
Diceritain disitu, ada seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 10tahunan, di sekolahnya akan diadakan acara “Sehari Bersama Ayah” untuk memperingati hari ayah. Nah, si anak ini ternyata seorang anak yatim alias Papanya si anak udah meninggal.
Saat mendekati acara digelar, dia bingung mau ajak siapa. Semua temannya pasti bawa ayah mereka masing-masing, sedangkan dia harus sama siapa? Dia coba telepon ke salah satu kerabat yang dia panggil Om, eh si Omnya gak bisa karena ada bisnis minggu itu. Kemudian, si anak coba dekati pembantu di rumahnya. “Bi, suaminya bibi minggu ini bisa ikut saya gak?” Si Bibi bilang kalau suaminya gak bisa datang, lupa apa gitu dia punya alasan. Trus gantian si anak ini tanya ke sopir pribadinya. “Pak, bisa ndak nemenin saya pergi minggu ini?” Jawab pak sopir “Waduh den, saya ada acara besok minggu.”
Sedihlah si anak karena dia gak tahu lagi mau ajak siapa. Si Mama dari si anak ini, menatap dari kejauhan dengan hati tidak karuan. Belum lagi saat si anak memegang foto si Papa. “Nak, perginya sama Mama aja ya…” Kata si Mama pada anaknya dengan raut wajah yang sedih. “Gak bisa Ma, kan ini hari ayah??” Jawab si anak sembari cemberut dan pergi meninggalkan si Mama sendirian. Si Mama menatap lama pada foto Si Papa. “Andai saja tidak terjadi kecelakaan itu, pastinya kamu masih bersama kita….” Mulai deh mataku sembab hehehe.
Kemudian ketika acara dimulai dan si anak bergabung dengan paduan suara, menyanyikan lagu untuk ayah sembari memegang mawar putih.
Nyanyian selesai dan anak-anak kembali duduk bersama ayah masing-masing kecuali si anak itu yang tetap berdiri dengan kepala menunduk.
Beberapa detik kemudian, tiba-tiba dari luar datang seseorang. Si anak terkejut dan lari mendekat. “Mama??” Sapanya pada sesosok wanita yang berdandan seperti laki-laki lengkap dengan kumisnya. Semua yang hadir langsung terpukau melihat pemandangan itu. Si Mama berjongkok dan menatap nanar pada si anak. “Mama akan selalu berusaha menjadi Mama sekaligus Papa yang terbaik untukmu….” Si anak terharu menatap mamanya dan beranjak memberikan mawar putih di tangannya kemudian memeluk mamanya. “Selamat hari ayah, Mama….”
Haduhh meler dah hidung plus air mata berlinang-linang. Hebat dah tuh Mama, salut poll hehehe. Beneran deh, jadi single parent itu pasti gak gampang. Pekerjaan dan tanggung jawab mengasuh anak yang seharusnya ditanggung dua orang menjadi tugas satu orang. Aku bisa sedikit ngerasain dalam contoh kecil. Waktu ditinggal Papanya Manda pulkam kemarin, hanya sehari tapi kerepotan itu sungguh kerasa banget. Apalagi Amanda kan minum sufor, jadi ya rempong deh dan sekarang dia mulai mpsufor. Pagi harus bisa bagi waktu, menyusui, cuci botol, sterilin botol, masak air panas untuk bikin susu, buat mandi. Masak bubur buatnya, suapin dia, mencuci semua perlengkapan mpsufor dan buanyak banget deh kerepotan lainnya, walopun sejujurnya aku suka banget dibikin repot oleh Amanda hehehe, merasa bangga saat semuanya beres. Tapi emang kerasa kalo ngerjainnya sendirian, belum lagi kalo di tempat kerja ada masalah, gak bisa curhat sama Papanya Manda sepuasnya. Hehehe, itu baru terpisah 1 hari, gimana kalo lama?? Ya Tuhan jangan sampai ya… Satu hal yang paling aku takutkan adalah berjauhan dengan pasangan. Makanya baca postingnya Mbak Allisa kemarin soal LDR, haduh salut deh….

Mungkin aku memang tipe orang yang manja atau gimana ya, rasanya secara otomatis gitu, kita jadi tergantung sama pasangan. Mau ambil keputusan pun terkadang plin-plan dan lebih seneng kalo Papanya Manda yang setir aku kemana aja. Pokoknya males mikir, males usaha, lebih sukanya ngandalin pasangan. Makanya kalo ditinggal kerasa deh butuhnya hihihihi, dengan begitu juga kita menghargai betapa indahnya bila masih bisa terus bersama dan betapa bernilainya orang-orang yang mencintai kita.

Back to topic. Plus minus jadi single parent kalo menurut analisa sotoyku 😀 setelah baca-baca artikel mungkin sbb :

Minusnya : Repot, Kesepian, apalagi ya???
Plusnya :
1.Kita satu-satunya penguasa hehehe, kita yang atur bagaimana mengatur rumah termasuk di dalamnya mengasuh anak. Keputusan kita jadi mutlak, keliatannya egois tapi kita bisa menjalankannya dengan rasional.
2.Lebih dekat dengan anak. Anak akan lebih perhatian kepada kita, tidak terbagi dengan yang lain.
3.Olahraga gratis. Kerepotan membuat kita banyak bergerak, bisa lebih bugar dan pastinya langsing hehehe.
4.Lebih mandiri, Ya kan kita udah gak punya seseorang yang bisa kita andalkan atau tempat kita bergantung. Kita harus bisa memanajemen diri sendiri dengan benar hehehe. Kita dituntut lebih tegar dan kuat.

Ya mungkin gitu sih menurutku, banyak positifnya ya hehehe. Bukan berarti aku lebih suka jauh dari Papanya Manda, yang jelas itu aku ambil positifnya aja, buat diriku lebih kuat, lebih disiplin, lebih bergantung pada Tuhan ketimbang padanya yang notabene manusia yang pastinya punya banyak kekurangan dan mungkin juga kan gak selamanya kita terus bersama.

Lumayan ngena deh itu cerita. Aku harus lebih kuat dan gak cengeng hehehe, anggap aja kalau Papanya Manda pulkam sebagai pelajaran buatku untuk gak suka bergantung pada orang lain dan harus bisa berdiri di kaki sendiri.

Ya sudah deh, segitu aja sharingku hari ini. Semangat!!!!