Selera Film Yang Aneh

Gara-gara tadi balas tweetnya Arman tentang film The Raid, jadi nagih deh nonton film itu sekali lagi….. gak tahu ya kenapa suka banget lihat film itu, padahal tergolong film sadis. Suka sama adrenalin yang dibuat kebut-kebutan, suka sama kejutan – kejutan di film tersebut yang bikin aku mendadak gregetan atau kepengen terlibat disana hahahahaha. Gak ding kadang-kadang aku juga tutup muka kog kalau adegannya kelewat sadis semisal waktu Iko Uwais sembunyi di dalam tempat seperti lemari yang cuman bisa ditempati satu orang doang alias cuman beberapa inci gitu luasnya, terus ada penjahatnya dateng bawa parang, obrak-abrik ruangan terus tusuk-tusuk lemari pake parang atau samurai ya, lupa deh… dan terakhir tusukannya pas di depan wajah Iko Uwais, mengenai pipi Iko Uwais huaaa…serem mas. Alhasil lolos dari tempat itu, pipinya Iko Uwais ada bekas luka goresan senjata tajam.

Tapi entah kenapa walopun sadis adegannya gak bikin jera nonton lagi…sayang dvd di rumah lagi ngambek!!! Udah semingguan gak bisa dipake muter film hoaaa….pengen garuk-garuk tembok rasanya. Pokoknya harus nonton lagi…..selain karena diem-diem aku naksir juga tuh sama Dony Alamsyah gara-gara perannya di film Merah Putih. Cool abis deh…

Waktu kecil aku juga sudah suka film bergenre action seperti ini, yang bikin aku tergila-gila dulu itu film Die Hard. Saat itu diputernya di RCTI, nama programnya Layar Emas. Ada yang masih inget gak tuh? Ya ampun semua serinya aku lihat walau jujur ceritanya rada-rada lupa sekarang *faktor umur* Yang jelas suka sama aktingnya Bruce Willis yang macho di film itu.

Dari kesukaanku nonton film action itu jadi suka deh sama beberapa aktor ini antara lain Bruce Willis (si macho yang mukanya kebapakan huhuhu…), Brad Pit (si…siapa ya? pasangannya Angelina Jolie lah…), Keanu Reeves (si muka ganteng yang cool), Nicholas Cage (si mata sayu perobek hati wkwkwkwk…), Jason Statham (si botak, suara sexy….hihihi) …. *nulis namanya udah benar gak sih?* Maaf -maaf, kalau seleranya tua-tua semua….maklum yang bicara disini angkatan 80an 😆 udah ah…dipanjang-panjangin nanti pada muntah semua…

Oh ya apa karena suka nonton film yang bermuatan adegan kekerasan semenjak kecil yang akhirnya membentuk aku jadi pribadi yang suka kelewatan kalau melampiaskan emosi? *tanya sama daun-daun bergoyang* Tapi tetep aja suka dan nagih nonton film beginian….apapun akibatnya hihihihi.

Tapi jangan salah aku juga penyuka film animasi lucu semacam Madagascar, Ice Age, Kungfu Panda. Kungfu Panda ini sampai nonton dua kali sangking lucunya :mrgreen: duh….gemes pengen tak uyel-uyel itu si Po. Kesukaanku pada film animasi ini termasuk parah, koleksi film animasi punya keponakan pun aku embat hahahaha…. tenang aku gak sesadis itu sama ponakan, ada kompensasinya kog, alias aku beliin dia yang baru.

Kalau ada film animasi yang diputer di tipi juga bakalan aku tongkrongin walaupun udah diputer ribuan kali, misalnya film Cars atau Finding Nemo itu….soalnya selain lucu, filmya berkesan dan bikin aku bisa….nangis 😆 ….lebay ya? Lihat kartun aja bisa nangis.

Iya…nangis waktu tahu ternyata kisah awal Nemo itu sedih banget. Mamanya meninggal tiba-tiba karena dimangsa oleh predator, dan Nemo satu-satunya telur yang selamat sementara semua telur sudah hilang. Huhuhu…bisa menyelami perasaan papanya Nemo yang jadi begitu posesif sama Nemo, dia kan takut kehilangan satu-satunya yang tersisa dari kebahagiaannya bersama istrinya *mulai mewek geje*

“Just keep swimming, just keep swimming…”

Tapi kalau ditanya suka film atau serial drama gak? Aku pasti jawab Enggak juga…. favoritku film drama bisa dihitung jari, mungkin ya film Fire Proof dan Kal Ho Na Ho :mrgreen:  yang pernah aku review disini dan disini.

Nah…akhirnya jadi mikir…kog bisa bersebrangan gini ya? Suka film action sadis tapi di sisi lain suka film animasi yang lucu abis plus kadang ada dramanya….hayooo….apa aku termasuk berkepribadian ganda?

Sebagai penutup, mari kita melihat idola saya satu ini….

Po in Action ambil gambarnya disini

Kal Ho Na Ho

Beberapa dari kita mungkin sudah familiar dengan film-film produksi Bollywood.

Inget jaman SMEA, temen-temen satu kelas pada ngeributin film Kuch-Kuch Hota Hai bener gak ya aku nulisnya? Film itu kan lagi ngehitz… banget…pada ngidolain Sharukh Khan. Kalo aku nih beneran cupu deh di kelas jadi ya masih ha..he…ho…gak paham. Ya maklum waktu itu kan aku kutu buku *orang yang suka gigitin buku*

Tahunya film india tuh jaman masih kecil, waktu itu karena si Papi juga demen banget nonton di tipi. Kalau waktu itu bintang filmnya yang bisa aku inget samar-samar nih, Dharmendra, Rishi Kapoor, Govinda, alah sapa lagi ya…ceweknya gak ada yang inget ato Sridevi inipun ngingetnya sambil garuk-garuk kepala. Setting dan jalan ceritanya masih juadul banget dan sepertinya punya kemiripan dari satu film ke film lainnya. Pasti ceritanya tentang polisi ganteng dan jujur yang mesti namanya tuh Inspektur Vijay dan lawannya adalah tuan tanah atau orang kaya yang maruk plus punya centeng banyak dan namanya juga musti Tuan Takur. :mrgreen: gimana sih ini sutradara plus produsernya, bikin film kog intinya sami mawon. Trus setting berantemnya musti di pasar-pasar tradisional, jadi kalau ada yang ambruk pasti jatuhnya ke tumpukan sayur-sayuran. Selalu dengan ending yang sama dan makna yang sama, si baik menang melawan si jahat.

Nah…kembali ke jaman SMEA, seperti yang aku bilang tadi aku gak ngeh dengan perkembangan film india saat itu, lha papiku sudah gak doyan nonton india lagi. Dia bilang film india sekarang gak bagus, ceritanya cinta-cintaan muluk, gak ada berantemnya…. 😆 emang harus ngikutin jaman dong pi, masak mau berantem terus kapan senengnya. Nah, film india pertama yang aku lihat di kala SMEA bareng-bareng genkku itu film Kabhi Kushi Kabhi Gam…ini nulisnya udah betul gak sih? Males cari di google. Pertama nonton dan pertama nangis lihat film india, habis mellow banget ceritanya, udah pada tahu kan ceritanya?

Itu loh, yang pemeran utamanya Sharukh Khan, jadi anak tiri dari pasangan suami istri yang diperanin sama Mr and Ms. Amitha Bachan. Trus dikisahkan kalau Sharukh Khan diusir dari rumah karena tidak mendapat restu saat menikahi perempuan yang diperanin sama Kajool. Trus mereka tinggal di Inggris, terus beberapa tahun kemudian bisa kembali ke keluarga setelah diperdamaikan oleh adik tirinya Sharukh Khan yang diperanin sama Hitrikh Roshan. Pesan moralnya sih bagus banget, bahwa keluarga adalah yang terutama, perbedaan dan perselisihan jangan sampai merusak hubungan apalagi antara orang tua dan anak. Bagus sih dan aku suka tapi memang aku sering bosan lihat film india karena durasinya yang menurutku terlalu panjangggg….ya mau gimana gak panjang, tiap adegan diisi lagu -lagu dulu. Mau adegan sedih, mau adegan seneng-seneng semuanya dikasih lagu. Pusing deh!!

Dan kalau boleh ditanya film india apa yang paling berkesan bagi emaknya Amanda? Langsung deh ke review film :

Kal Ho Na Ho

Pemerannya tetep aja Shahruk Khan. Kenapa sih dia ini ngetop habis?? Padahal gak ganteng-ganteng amat? Apa emang dia yang paling ganteng di India sehingga film-film india taruh dia jadi bintang utama mulu, kenapa gak sesekali jadi figuran aja? Sudahlah, lupakan celotehan gak penting tadi… ini cuman curhatan orang yang ngefans tapi gak keturutan buat jumpa fans :mrgreen:

Pertama kenapa aku suka film ini?

Karena lokasi syutingnya di Manhattan, New York. Kesannya lebih modern dan romantis aja.

Kedua,

Karena segi ceritanya yang mudah dicerna dan gak terlalu mellow dan membuat air mata terkuras. Ringan tapi mengena pesannya.

Ketiga,

Lagunya bagus- bagus. Ada lagu Preety Woman ala hidustan…keren, lucuk kalau lihat videonya…si Sharukh Khan keliatan cool.

Keempat,

Sudahlah gak usah banyak basa-basi, kita tengok sinopsis aja yuk…

Pertama diceritakan kehidupan sebuah keluarga terdiri dari nenek, ibu, dan 1 anak gadis yang sudah dewasa dan 2 anak kecil lelaki dan perempuan. Anak gadis itu bernama Neina. Diperankan oleh Preity Shinta…dia ini cantik, pintar tapi hidupnya sangat tertekan dan itu membuat dia tidak pernah tersenyum. Ketertekanan hidup yang dia rasakan akibat kehidupan keluarganya yang tidak harmonis. Ayahnya meninggal karena bunuh diri dan sepeninggal beliau, si nenek dari pihak ayah bertengkar terus dengan si ibu. Belum lagi kesulitan finansial yang mendera mereka sehingga Neina harus membantu ibunya mencari nafkah, di samping itu dia juga sibuk mengurus kedua adik-adiknya.

Neneknya itu berwatak sangat pemarah, dia juga suka memanjakan cucu lelakinya saja sementara cucu perempuannya yang masih kecil tidak dia anggap karena ternyata si gadis kecil ini adalah anak angkat. Belum lagi kalau nenek mulai menyalahkan ibu Neina atas kematian ayah Neina wah… berantem deh mereka dan Neina jadi semakin stress. Neina hampir tidak punya waktu untuk bersenang- senang dengan teman sebayanya, satu-satunya sahabat adalah Rohit (diperankan Saif Ali Khan).

Sampai suatu ketika mereka berdoa bersama (Neina dan kedua adiknya) agar Tuhan mengirimkan malaikat baik hati untuk mengubah kehidupan mereka yang kelam. Doa mereka didengar Tuhan dan muncullah seorang pemuda, tetangga sebelah rumah yang bernama Aman (diperankan Sharukh Khan). Aman ini punya sifat yang berbanding jauh dengan Neina, dia tipikal orang yang ekstrovet, periang dan supel. Kehadirannya membuat perubahan dalam keluarga Neina. Dengan pedenya si Aman ini main ke rumah Neina, menggoda si nenek, memasak bersama si ibu dan ngobrol bersama kedua adik Neina. Pertama kalinya Neina berkenalan dengan Aman, Neina sangat risih dengan pria ini, baginya apa yang dilakukan si Aman ini tidak sopan, istilahnya tuh SKSD sok kenal, sok dekat… mungkin kalau Neina abg Jakarte pasti udah nyolot “Sapa lo? Maen-maen sembarang ke rumah gue? Emang lo tau gue ini sapa?”  Isshh…kog malah nglantur sih ceritanya…

Aman punya misi untuk membuat Neina kembali tersenyum dan misinya ini dijalankan bersama dengan Rohit, sahabat karibnya Neina. Berjalannya waktu, cinta segitiga pun terjalin diantara mereka. Neina suka sama Aman, Aman juga suka Neina tapi dia malah jodohin Neina pada Rohit.

Misi mereka berhasil dan Neina kembali ceria dan tersenyum, hatinya kian berbunga-bunga, ya namanya juga lagi jatuh cintrong. Demam ketawa sendiri alias jatuh cintrong menimpa si Rohit juga, lama-lama kog ya si mantan playboy kelas teri  ini suka sama Neina…

Kenapa Aman suka Neina tapi malah jodohin dese ke Rohit? Karena dia punya rahasia…

Rahasia apa? Isshh…gak seru kalo diceritain sekarang dong.

Jadi sebagai alibi agar Neina menerima perjodohan dengan Rohit, Aman berpura-pura sudah beristri. Patah hati deh si Neina dan akhirnya menerima perjodohan dengan Rohit. Walau akhirnya mereka bisa bahagia tapi Neina tetap penasaran kenapa si Aman ini malah kabur setelah memberi kebahagiaan dalam hidupnya?

Ternyata oh ternyata, si Aman ini penderita sakit jantung yang sudah divonis bakalan mati muda. Itulah kenapa Aman merelakan orang yang dia cintai menemukan jodohnya yang lain. Sebenarnya adegan yang mengharukan sayang aku sudah samar-samar ingat, habisnya kalau diputerin lagi di tipi seringnya malem…durasinya yang kepanjangan membuat aku jadi gak bisa lihat endingnya. Samar-samar aku inget tuh, Neina nangis-nangis di pinggir jembatan, tempat biasanya dulu ayah membawa jalan-jalan dia dan disitulah Aman datang dalam keadaan sakit-sakit dan menjelaskan kenapa dia harus pergi dan kenapa dia selama ini tidak jujur tentang perasaannya.

Endingnya yang pasti bisa ditebak, Aman meninggal dan Neina bersanding bersama Rohit.

Hmmm…entahlah kenapa aku suka banget film ini?

Mungkin karena pesan moral yang didapat banyak ya, bukan hanya soal gimana peran kita dalam keluarga terus bahwa cinta itu tidak selalu harus memiliki jiahhh…. klise banget tapi jujur itu nyaris gak mungkin…namanya manusia kan dasarnya selfish, pasti maunya kalau udah suka sama sesuatu ya dia harus jadi milik gue, urusan ama orang laen.

Tapi disini, Aman tuh jadi orang yang mencintai dengan cara membuat bahagia orang yang dia cintai tanpa harus bersama dia.

Keren…plok…plok, dari kemarin ngomongin cinta-cintaan mulu…sudahlah, yang penting bisa posting tiap hari toh? Hihihihi mekso sampeyan… :mrgreen:

Sebenernya ada satu lagi film india yang aku suka yaitu My Name is Khan, kapan-kapan deh ceritanya, ini pun disempet-sempetin di waktu aku senggang, mumpung belom terlalu banyak kerjaan.

Selamat hari kamis teman-teman…udah deket wiken nih *lirik kalender*

Fire Proof

Setelah cerita yang serius-serius…kini lanjut cerita….serius juga hehehe. Bukan yang serius amat, ini aku hanya mau tulis-tulis aja film yang kalau belum nonton berkali-kali gak puas, satu dulu ya, ntar yang laen nyusul :

Fire Proof

Ini aku gak sengaja nemu cdnya pas bongkar-bongkar lemari tipinya mertua :mrgreen: biasalah lagi nyari tontonan yang mungkin bisa ditonton n seru…

Aku pikir film apaan nih, sampul depannya gambar siluet lelaki perempuan pelukan gitu tapi kog judulnya fire proof? Apa hubungannya dengan pemadam kebakaran? Makin penasaran deh..

Ternyata ini film dengan genre film romantis religius gitulah.

Dibuka dengan adegan seorang anak kecil bernama Chaterine yang sedang bercakap-cakap dengan mamanya tentang pernikahan. Chaterine bilang kalau dia ingin menikahi Papanya, dan Mamanya bilang kalau itu tidak mungkin karena Papa adalah suami Mama.

So sweet banget percakapan itu. Kelak kalau Amanda gede bertanya gitu gak ya? Maksudnya itu kalau dia sampai bertanya begitu berarti figur ayah begitu indah di mata Amanda.

Berlanjut ke cerita ketika Chaterine dewasa dan menikahi seorang lelaki bernama Caleb. Chaterine berprofesi sebagai seorang PR di sebuah rumah sakit, sementara Caleb adalah seorang pemadam kebakaran yang punya motto “Never leave your partner behind”. Hubungan pernikahan mereka dalam masalah, dimana masing-masing mereka punya kebencian satu sama lain. Chaterine memandang kalau suaminya sama sekali tidak perhatian dengan dirinya, disaat dia butuh banyak biaya untuk merawat mamanya yang terserang stroke, Caleb justru sibuk mengumpulkan uang untuk keinginannya membeli kapal. Sebaliknya Caleb sering merasa kalau istrinya tidak menghargai dia, bahkan untuk makan malam pun  istri tidak pernah menyediakan makanan.

Ketika mereka bertengkar hebat, Caleb mengambil langkah untuk bicara dengan sang ayah. Dia berkata kalau dia dan Chaterine sudah berniat untuk berpisah. Sang ayah mencegah langkah Caleb yang terdengar buru-buru dan dia memberi tantangan untuk Caleb. Dia memberikan sebuah agenda berisi tulisan-tulisan ayahnya yang harus komit dikerjakan Caleb setiap hari sampai 40 hari dan setelah itu dia  bisa memutuskan untuk bercerai atau tidak.

Caleb menyetujui walaupun pertamanya ragu. Dia mulai menjalankan apa yang dituliskan ayahnya untuk merebut kembali hati Chaterine. Mulai dari mengerjakan tugas rumah, mencuci piring, tidak ada tanggapan berarti dari Chaterine, dia hanya diam dan ngeloyor pergi.

Begitupula saat Caleb membeli bunga terindah dan termahal, Chaterine pun cuek. Malahan dia mencurigai suaminya kalau-kalau suaminya ingin sejumlah uang setelah perceraian mereka nanti.

Caleb mulai merasa frustasi dengan kecuekan Chaterine. Maka dia curhat dengan salah satu rekannya di tim pemadam kebakaran. Temannya bercerita sesuatu yang tidak disangka oleh Caleb. Ternyata temannya pernah mengalami perceraian yang pahit sampai akhirnya menemukan pasangan hidupnya sekarang.

Temannya itu membawa tempat garam dan merica dan menggabungkan keduanya dengan lem sampai kedua tempat itu sulit terpisahkan. Teman itu bilang kalau perceraian itu ibarat memisahkan dua orang yang sudah menjadi satu, pasti akan melukai keduanya.

Di lain pihak, Chaterine sedang ditaksir oleh seorang dokter. Dokter ini tampak begitu mempesona, perhatian dan selalu mau mendengar curhatan Chaterine tentang keadaan Mamanya yang sakit parah. Dokter tersebut tidak tahu status pernikahan Chaterine karena Chaterine tidak lagi memakai cincin pernikahan.

Sampai suatu hari Caleb mendapat cidera ringan akibat menyelamatkan seorang gadis dalam sebuah kebakaran. Tanpa diduga dokter yang memeriksa Caleb adalah dokter yang menyukai Chaterine, tanpa sengaja suster menyebut kalau Caleb adalah suami Chaterine.

Pada suatu titik Caleb capek dengan sikap Chaterine yang kerap menolak kebaikannya, dan ketika itu disampaikan pada ayahnya, ayahnya balik bertanya. Apa bukan itu juga yang dirasakan Tuhan? Berulang kali kita juga menolaknya setelah cintaNya yang begitu besar? Mengapa Tuhan masih bisa mencintai kita yang kerap berbuat kesalahan. Caleb merenung dan dalam hati dia mulai berjanji untuk kembali pada iman percayanya pada Tuhan. Dan sejak itu dia mulai rajin berdoa untuk istrinya.

Caleb pun semakin serius mengikuti apa yang ditulis ayahnya tidak perduli walaupun Chaterine tidak memperdulikan dia. Mulai mengerjakan tugas harian rumah, memberikan bunga, menyediakan sarapan, sampai menghancurkan komputernya sendiri karena memang dia ini kecanduan internet pornografi.

Ketika Chaterine hendak melunasi pembayaran alat-alat medis untuk mamanya, dia terkejut karena ternyata tagihannya sudah dilunasi seseorang. Chaterine sangat gembira mendengarnya, dia yakin kalau dokter yang menyukainya itu yang sudah dermawan menolongnya.

Sementara itu Caleb menemukan kartu pemberian dokter tersebut untuk Chaterine dan melabrak dia di rumah sakit dan tegas bilang ke dia kalau dokter itu gak akan mendapatkan Chaterine dengan mudah. Baru diancam begitu, ternyata si dokter ketakutan, waktu Chaterine ajakin dia makan siang, dia malah membuat sebuah alasan dan ngeloyor pergi.

Beberapa saat kemudian, Caleb menjumpai istrinya ternyata sakit dan tidak keluar kamar semenjak pagi. Caleb menjumpainya dan membelikan dia obat, serta menawarkan makanan. Chaterine tertegun melihat perubahan suaminya. Dia mulai bertanya ada apa dengan semua perlakuan manis itu. Caleb menunjukkan agenda dari ayahnya, dan Chaterine menjawab “bukannya ini sudah lewat dari 40 hari? kenapa kamu masih melakukannya?”  Caleb mulai membuka hatinya dan meminta maaf atas kesalahannya selama ini pada Chaterine dan berharap Chaterine mau membuka hatinya juga.

Sampai akhirnya Chaterine mulai menemukan bahwa yang melunasi pembelian alat-alat medis untuk mamanya adalah Caleb sementara si dokter pujaan hatinya cuman menyumbang sekian dolar saja. Chaterine tidak sanggup berkata apa-apa, rupanya tabungan suami yang hendak dibelikan kapal dihabiskan untuk keperluan itu. Betapa bahagianya Chaterine sekaligus merasa berdosa pada suaminya. Buru-buru dia menemui suaminya dan meminta maaf hingga akhirnya mereka berpelukan dan bahagia.

Chaterine mengatakan sesuatu yang sungguh mengharukan :

“Something has changed in you and i want what happened to you to happen to me”

Pada akhirnya mereka memutuskan untuk kembali meneguhkan pernikahan mereka di altar gereja.

Pada ending cerita, Caleb bertanya pada sang ayah. Bagaimana dulu ayah melewati semua rintangan yang sama seperti yang dituliskan di agenda. “Bukan ibumu nak yang mau pergi, tapi ayah dan ibumu lah yang menulis di agenda ini dan melakukan setiap hari untuk membuat ayah kembali…” begitulah kira-kira percakapan mereka, aku lupa dialognya. Yang jelas, Caleb kaget, selama ini dia kurang dekat dengan sang ibu karena dia menilai kalau ibunya terlalu cerewet dan mencampuri urusan pribadinya.

Sontak Caleb lari dan memeluk ibunya sambil berderai air mata. Semenjak itu pernikahan mereka menjadi sangat bahagia dan babak baru dimulai, mereka kembali rajin ke gereja dan membangun pernikahan mereka dengan dasar yang benar yaitu iman. Jadi intinya kalau kamu ingin kehidupan pernikahanmu fire proof alias anti api badai bla…bla…balik lagi ke soal keimananmu? Sudahkan kamu berbalik padaNya? Dan menyembah Dia sungguh-sungguh. Kalau kamu tidak memiliki cinta dariNya, mustahil kamu bisa mencintai pasangan kamu yang mungkin memiliki banyak kekurangan….

Asli buaguss banget filmnya, bagi pasangan baru menikah ataupun yang sudah menikah recomended deh…

Sountracknya juga uenak didenger…

I’m waiting
I’m waiting on You, Lord
And I am peaceful
I’m waiting on You, Lord
Though it’s not easy
But faithfully, I will wait
Yes, I will wait
I will serve You while I’m waiting
I will worship while I’m waiting on You, Lord

Fire Proof ambil gambar disini