Who is The Right Men For Me?

Waktu mau posting ini, sebenernya maju mundur, layak gak untuk diposting? Karena mungkin kalian saat baca akan menemui sisi lain dari kepribadianku, serius nih ngomongnya 😀

Semenjak awal aku berpacaran dengan Papanya Nda2, jujur aja waktu itu aku masih labil banget, gak cuman itu aja, aku bisa dibilang kuper walaupun temen banyak, bisa dibilang juga masih ijo, lugu, imut-imut halah…intinya aku ini kan anak tunggal di keluarga jadi ya bisa kebayang dong betapa manjanya aku.

Sementara Papanya Nda2 tuh lahir di keluarga besar, dari 7 saudaranya kebanyakan perempuan, lakinya cuma 3 itupun meninggal 1. Suamiku terbilang mandiri, karena sejak SMA dia sudah pindah Surabaya dan ikut tinggal bersama tantenya. Bahkan sembari kuliah, dia juga kerja sendiri jadi sama sekali gak memberatkan ortu.

Jadi ketemu dengan sifat aku yang manja gak jelas jadilah benturan-benturan.

Semenjak pacaran, pastilah berantemnya karena satu alasan yang terjadi berulang-ulang. Aku merasa gak diperhatikan, aku merasa gak dinomer satukan, pokoknya intinya aku yang manja banget sementara suamiku tipikal orang yang cuek. Jadi seringnya aku ngambek sementara dia gak sadar kalau lagi dingambekin.

Situasi kalau lagi berantem tuh, aku teriak keras-keras, aku ngoceh dari A sampai Z, pokoknya inti masalahnya apa aku nyerocos dari Amerika sampai Surabaya sementara muka suami lempeng aja, diem gak bersuara. Kalau aku udah nangis, pengennya dia peluk kayak di sinetron-sinetron tuh tapi yang ada dia malah ngeloyor pergi kalau gak aku ditinggal tidur. Memang kalau aku tuh pengennya berantem sampai selesai masalah sedangkan dia pengennya ngomong kalau hati udah gak panas, jadi lebih senengnya aku didiemin dulu sampai aku kehabisan suara :mrgreen:

Selama pacaran gak ada kendala berarti sampai titik dimana pernikahan tinggal beberapa bulan. Jenuh banget waktu itu, sering berantem, masalah sepele tapi jadi ribut besar. Mungkin juga stress mempersiapkan pernikahan dan bla…bla…bla ke-bete-an orang yang lagi mau punya hajatan penting…

Dan disaat seperti itu seseorang datang dalam hidupku. Sebut saja si B. Si B ini satu kantor denganku. Si B waktu masuk kantor masih berstatus pacaran. Tapi tidak berselang lama, mereka putus. Pertamanya dia nyapa aku biasa saja, sebatas hubungan kerja saja. Tapi lama kelamaan, dia bilang ke banyak teman kalau naksir sama aku. Ya pastilah aku geer dong, heu heu ada secret admire baru.

Semakin santer terdengar anak-anak bergosip dan ngeledekin dia, maka dia semakin berani bilang kalau dia suka sama aku. Dia gak sungkan nunjukin rasa sukanya padaku, dia puterin musik di mp3nya lagunya Roullete yang Aku Jatuh Cinta di tengah-tengah meja meeting. Bagiku itu so sweet banget, aku gak pernah merasa begitu dikagumi seperti itu.

Singkat cerita kami dekat walaupun gak jelas status hubungannya, dia sendiri tahu kalau aku ada yang punya.

Di mataku saat itu, aku melihat dia orang yang sangat perhatian, tidak ada hari dimana dia gak telepon berlama-lama denganku. Dia juga seorang yang menjaga betul diriku, kalau ada temen yang rada genit-genit sama aku, pasti dia berusaha melindungi aku.

Itulah yang saat itu aku merasa minus dilakukan calon suami, kalau aku cerita pada calon suami “si anu godain aku…” dia lempeng aja mukanya dan bilang “wajarlah digodain, cuekin aja”

Akhirnya kenapa aku waktu itu beneran dibuat jatuh hati pada si B, sampai lupa kalau hari pernikahan sudah menunggu.

Perlahan aku berpikir, kalau aku gak mungkin bisa bersama dia. Perbedaan kita terlampau jauh dan gak sanggup aku tempuh. Beda suku, beda status sosial, dan banyak banget perbedaan lainnya yang membuat jalan untuk kita bersama menjadi buntu. Aku pun memandang pada keluargaku, keluarga tunanganku, gimana jadinya ntar yah kalau kita bubaran sebelum menikah, bagaimana reaksi mereka. Aku bukan takut dimarahi, tapi aku takut melukai hati mereka, aku gak sanggup kalau harus bahagia diatas derita orang lain.

Sejujurnya hatiku waktu itu sangat berat pada si B, hingga hari pernikahan pun bahkan sebulan setelah pernikahan, aku masih diam-diam mencintainya.

Bukankah itu artinya aku tidak setia pada suamiku?

Dan Tuhan pun tahu kalau ini berat bagiku, dan dengan caraNya yang penuh kasih membuat kita berpisah, si B bertengkar hebat dengan bosku yang akhirnya membuat dia keluar dari kantor.

Semenjak itu, aku bertekad untuk melupakan dia, aku buang semua contact dia. Setelah berlembar -lembar tisu habis, aku memantapkan hati untuk mencintai suamiku seorang. Kebahagiaan harus aku kejar dan gak mungkin aku dapat kalau aku masih saja berat melepasnya, aku pun ingin dia bahagia dengan another girl. Dia pantas mendapatkan itu.

Dan ternyata bukan hanya aku yang pernah selingkuh hehehe, suamiku sewaktu pacaran juga pernah deket sama seorang cewek. Sebenarnya pertama kali berkenalan, dia gak tertarik sama si cewek hanya saja kemandirian dan kedewasaan cewek itu yang lama-lama menjerat hatinya. Memang kemandirian dan kedewasaan itu minus di aku waktu itu. Namun waktu itu calon suamiku curhat ke kakaknya dan dari situ dia memantapkan hati untuk kembali padaku, karena bagaimanapun diriku lah dicintainya seorang 😳

Sekarang aku bisa melihat bahwa aku sangat bahagia dengan pernikahanku. Aku tahu bahwa pilihanku waktu itu tidak pernah salah. Aku telah memilih the right man. Banyak perubahan yang terjadi, suami terlihat sangat perhatian dan aku merasa sangat dicintai, atau mungkin aku sendiri yang telah berubah, aku lebih bisa berpikir dewasa dan tidak lagi menuntut lebih dari pasangan namun mulai bisa mencintai apa adanya.

Karena aku yakin, semenjak dulu, dia memang sangat menyayangiku dengan cara berbeda yang mungkin saat itu mataku belum bisa melihatnya. Mungkin dia bukan orang yang gembor-gembor cintanya di hadapan banyak orang tapi dari tatapan matanya saja aku tahu dia sangat mencintaiku… Mungkin dia seperti cuek saat aku digoda orang tapi aku tahu dia betul-betul menjagaku lewat doa dan kepercayaan yang dia berikan.

Sejujurnya postingan ini ragu banget aku publish tapi aku ingin ini menjadi blog yang jujur, bagaimana perjuanganku untuk membangun sebuah keluarga bahagia, bahwa pernikahan terkadang juga ada kerikil-kerikil tajam yang tanpa kita duga bisa sesekali muncul.

Kalau ada yang nyinyir melihatku yang silahkan, kehidupanku memang gak secantik kehidupan cinderella yang mulus tanpa aral rintangan menemui kebahagiaannya. Dan aku bukan perempuan yang sempurna, istri yang super setia, aku pernah mengalami pahit getirnya cinta dan aku pun pernah sekali dua kali melakukan kesalahan bodoh dalam hidup. Terserah, ini hidupku dan aku sedang belajar, di sekolah yang bernama kehidupan.

Aku hanya ingin berbagi, semoga tulisanku ada yang bermanfaat buat orang lain…

Dan terakhir, aku mau dedikasikan tulisan ini untuk suamiku tercinta.

Kalau aku benar – benar bersyukur pada Tuhan, punya kekasih hati seperti kamu, semoga kita bisa selalu bersama sampai akhir hayat.

Aku gak pernah menyesal menetapkan hatiku padamu, you are the right men sent by God to me…

Wiken Kemarin…

Puji Tuhan, wiken kemarin adalah salah satu wiken yang menyenangkan buatku.

Dimana kemarin Papa berulang tahun. Genap sudah umurnya 30 tahun. Jadi setelah kemarin aku menceritakan “kejelekan” Papa :mrgreen: disini dan disini, sekarang aku ceritain gimana asyiknya ngerayain ultah Papa kemarin.

Jadi seperti yang sudah aku ceritakan bahwa aku mau mempersiapkan kejutan buat Papa, bukan sesuatu yang terlalu istimewa ataupun mahal hanya pengen membuat sesuatu yang bentuknya makanan, yang gak ribet buatnya dan tentunya bisa dimakan ramai-ramai.

Kalau buat kue walah ovennya masih di toko :mrgreen: jadi kepikiran buatin puding sajalah. Cari resepnya di Ayah Bunda. Nemu…Puding Pelangi. Cara bikinnya gampang, gak pake  telor-teloran, gak pake mixer mixeran, tinggal ublek-ublek jadi…

Ngomongnya gampang, prakteknya…. rempong bok! Secara bikinnya kan musti rahasia. Gimana hayo, mau menghindar dari dia? Secara tinggal serumah, aku ngapain di dapur ya pasti tahu. Mau bikin tengah malem, halah mak…bisa KO aku, lagian tengah malem dia masih melek lah kan dia lihat final Indonesian Idol.

Ya udah, malem cuman bisa ngeblender aja buah-buahannya untuk puding. Tapi adaaaaa ajaaa rintangannya, blendernya bocor. Trus lebih parahnya, waktu asyik ngeblender buah, eh Papa muncul di dapur. Karena takut dia tanya macam-macam, aku matikan blender dan langsung angkat gelas kacanya, dan…banjir deh jusnya di meja dapur. Hiksss…nangis deh aku, mana stok buahnya terbatas. Untung masih ada yang disisain, niatnya buat granis jadinya malah kepake buat puding.

Untung Papa gak tanya macem-macem, kenapa meja dapur bisa berantakan. Aku bilang aja, lagi ngejus pepaya pah…buat Nda2. Lah, pepaya kan warnanya oranye, tumpahannya merah karena yang aku blender kan strawberry. Asal deh…. 😀

Besok subuhnya, baru ngebut buat pudingnya. Sekalian masak bubur buat Nda2. Jadi ada alasannya deh kalau dipikir Papa, kenapa aku sibuk sekali.

Oh ya sekalian aku sharing resepnya disini ya Puding Pelangi ala Ayah Bunda :

Bahan Lapisan Merah:
75 gram stroberi.
100 ml air.
15 ml krim kental.
2 gram bubuk jeli tawar.

(aku pake bubuk jeli warna merah, karna yang plain susah nyarinya dan itu keberuntunganku karena ternyata strawberrynya banyak yang tumpah, jadi terselamatkanlah jadi warna pudingnya gak pucet)

1 gram bubuk agar-agar warna putih.
25 gram gula pasir.

Lapisan Kuning:
75 gram jeruk manis, perah airnya. (ini aku pake persedian melon beku di rumah karena sayang tidak dimakan Nda2 karna dia masih batuk, tapi hasilnya gak kuning banget malah jadi coklat… )
100 ml air.
15 ml krim kental.
2 gram bubuk jeli tawar.
1 gram bubuk agar-agar putih.
20 gram gula pasir.

Lapisan Hijau:
80 gram kiwi, kupas, potong-potong.
100 ml air.
15 ml krim kental
2 gram bubuk jeli tawar.
1 gram bubuk agar-agar putih.
20 gram gula pasir.

Lapisan Susu:
80 ml susu kental manis putih.
100 ml air.
15 ml krim kental.
2 gram bubuk jeli tawar.
1 gram bubuk agar-agar putih.

Oh ya krim kentalnya aku gak pake, karena nyari-nyari di Swalayan Hartani, Pasar Atum gak nemu… Namanya rahasia, jadi gak bisa hunting deh di tempat lain, nanti aku ditanya macem-macem sama Papa gimana dong?

Cara membuat:

  1. Campur dan aduk rata bahan tiap lapisan secara terpisah. Masak hingga mendidih. Angkat, biarkan hingga menjadi hangat.
  2. Siapkan mangkuk-mangkuk kecil, basahi dengan air matang. Tuang adonan merah di dasar mangkuk setebal 1 cm. Setelah membeku, tambahkan adonan lapisan kuning dengan proses yang sama. Lakukan pula untuk lapisan hijau dan lapisan susu dengan ketebalan yang sama. Biarkan hingga beku.
  3. Keluarkan dari cetakan, sajikan dalam piring dengan susu kental manis cokelat.

Jadi untuk hasil akhirnya, aku kasih lihat fotonya aja ya… *pamer*

Puding Pelangi

Pucet ya yang warna selain merah… (karena yang merah pakai bubuk jelinya merah bukan plain) 😦 bingung deh…padahal melonnya tuh kuning banget dagingnya begitu juga dengan buah kiwi, udah 3 potong kog masih gak keliatan ijo?? Kalau rasanya, lumayan lah buat pemula seperti saya…

Dan untuk Nda2, aku juga buatin dia Puding Kabocha. Resepnya juga dari Ayah Bunda.

Bahan
1/2 bungkus agar-agar bubuk warna putih.
100 gram maizena, cairkan dengan sedikit air (aku pake oatmeal aja yang udah digrinder)
100 gram labu kuning, rebus, haluskan (aku pake kabocha)
250 cc air.
1/2 sendok teh gula pasir (aku skip, no gulgar sampek 1 taon)
150 cc ASI atau susu formula cair.

Cara membuat

  1. Rebus agar-agar dengan 150 cc air sambil diaduk.
  2. Tambahkan maizena cair, labu halus dan gula. Aduk terus hingga mendidih di atas api sedang, lalu angkat.
  3. Tuang ke dalam cetakan-cetakan kecil. Biarkan hingga mendingin, baru sajikan.

Kalau kemarin, pudingnya aku serut terus aku kasih parutan pear dingin hemmm yummy…

Pagi, ketika Nda2 selesai mandi dan mau makan disuapin Papanya, aku keluarin deh pudingnya dan kita foto-foto tapi agak kacau sih fotonya karena Nda2 pengen ngerebut pudingnya Papa :mrgreen:

Papa mukanya sih lempeng aja tapi giliran foto dia ketawa-ketawa apalagi pas Nda2 udah pengen ngerebut pudingnya. Ditawarin pudingnya sendiri (di gambar yang warna kuning) eh dia masih aja kepengen puding punya Papa, lebih menarik mungkin ya…

Happy Family

Happy Family

Nda Kepengen Pudingnya Mah…

Mustinya pagi itu aku pengen buatin Papa nasi goreng tapi berhubung aku udah capek banget, lagian repot sekali nyiapin keperluan buat ke sunday scholl dan ke gereja, jadi kita sarapan pecel saja. Lumayan, pagi-pagi dah kenyang, biasanya kalau minggu, sarapannya tertunda sampai siang.

Siangnya sehabis ke gereja, Papa ajakin Mama makan siang. Bingung mau pilih ke D Cost, resto favorit kita atau ke Bebek Mercon. Akhirnya ke Bebek Mercon deh… Bebek Mercon berlokasi di Jl. Kayun.

Tapi agak kecewa, karena dulu pernah kesini porsinya tuh banyak eh… sekarang porsinya sedikit. Apa harga daging sekarang mahal ya atau terjadi kelangkaan bebek??

Disana, papa makan bebek penyet mercon, aku lebih pilih iga penyet mercon.

Rasanya uenak sih sayang porsinya tidak sebanyak dulu. Aku kasih lihat fotonya, walau buram karena cuma pake kamera hape dan disana pencahayaannya kurang.

Bebek Penyet Mercon

Iga Penyet Mercon

Harga menu disini murmer, hanya kisaran 15ribuan sampai 20ribuan. Lumayan lah… tapi buat Papa kurang puas.

“Wah mendingan ke D Cost yah ma…nasinya bisa nambah gratis sampai kenyang. Minumnya juga gak mahal… Makan kog nanggung banget.”

“Ya Papa sih, tadi kan Mama ajak ke D Cost…” sahutku lempeng.

Sepulang dari sana, kita ke rumahnya Uti. Puding buatanku aku bawa separuh loyang untuk ponakan. Tapi mereka gak mau…dasar kog mereka tuh…gak terbiasa makan sehat buatan rumah, lebih tergiur dengan makanan pabrikan macam chiky, permen de el el.

Dan akhirnya tandas dimakan uti dan tante-tantenya manda… :mrgreen:

Oh ya sempet aku foto deh gimana hebohnya sepupu-sepupu Nda2 ngerubungin Nda2 sampai Nda2 dibuat nangis… agak buram ya fotonya habis sekali lagi pake hape.

nda2 and The Gank

Sorenya kita pulang, aku sudah kelaparan lagi dan kepengen makan mie instant kuah. Jadi deh semangkuk tandas, eh gak lama Papa angkat telepon dari rumah uti. Kakak tertuanya Papa datang bawain Hok Ben dan kita disuruh ambil 2 kotak.

Walah…jadi deh, malam itu lanjut makan Hok Ben…hemm…kenyang banget!! Habisnya makan udah 4 kali plus cemilan puding dikasih es krim. Ya ampun, bisa-bisa kita jadi keluarga “makmur” sebentar lagi.

Sungguh kemarin terasa cepet banget waktu berlalu. Rasanya pengen mengulang lagi, bisa bersama Papa dan Amanda.

Terakhir, aku mau ucapin Selamat Ulang Tahun Papa… semoga semakin dewasa dan semakin diberkati dalam segala hal, diberi hikmat dan kekuatan sehingga bisa jadi suami dan Papa yang berkenan di hadapan Tuhan. Amin… I Love You Papa 😳

Papa Narsis, ngelirik sapa Pah?

Gaya fotonya kog begitu sih Pa? Kayak orang lagi mikir utang??

Tom vs Jerry

Setelah kemarin cerita soal kejadian buruk terus berlanjut ke cerita lucu tentang papa, sekarang mau cerita lagi soal papa karena ini H-1 ultahnya Papa. Jadi kemarin itu aku salah hitung saudara, aku pikir ulang tahunnya Papa masih lama, kirain tanggal 1 Juli itu masih 3 harian lagi, ya ampyun… untung langsung lihat kalender kalau gak bisa lupa lagi.

Dan ceritanya nih aku lagi ngebut posting buat target 50 posting selesai dalam 3 bulan. Moga-moga bisa…soalnya kerjaan buanyak banget. Sabtu gini berasa hari senin, lebih sibuk dari hari biasa, huffft.

Kemarin tuh waktu pulang kerja, dibonceng Papa naik motor Yamaha Mio punya adiknya. Iseng-iseng aku silangkan tanganku, satu di pundak, satu di pinggang. “Pa…kayak di pelem-pelem itu loh…” Papa ketawa-ketawa dengerin celotehanku yang geje.

Jadi ingat dulu…

Pernah suatu kali di adegan yang sama, hanya saja dulu pake motor laki. Trus gak pake helm, Papa pake jaket kulit. Karna waktu itu cuma keluar deket rumah. Aku bilang hal yang sama.

Mama : “Kayak di pelem pelem ya pa… kayak di ftv itu loh…”

Papa : “Iya…tapi sayang mah…”

Mama : “Sayang apanya pa?”

Papa : “Sayang, yang dibonceng kurang cantik…”

Apaaaaa???? 😈

Spontan aku marah dan jendul jendul kepala papa sampek nyungsep, untung gak nabrak tuh motor :mrgreen:

Kembali lagi ke kejadian kemarin. Si Papa ketawa ketawa dengerin aku ngomong.

Papa : “Ya…mustinya gak pake motor gini kali ma…kurang garang!!”

Mama : “Ah…Papa nih songong!!”

Papa terus ketawa.

Mama : “Papa kog gak bilang sayang…. sayang yang dibonceng kurang cantik?”

Papa ketawanya tambah kenceng.

Papa : “Ya enggaklah ma…apalah artinya kecantikan dan kemolekan badan itu? Yang terpenting kan kecantikan hati ma….”

Yaelah, suamiku udah bertobat ternyata :mrgreen:

Atau takut diciattt sama mama??

Maafkanlah tingkah laku suami istri yang gemar main fisik pukul pukulan seperti kami, tapi bagaimanapun kami tetap saling cinta kog.

Emang kita tuh bukan tipe pasangan yang rukun, gak pernah berantem, aku juga bukan tipe istri yang pendiem, salehah, nurut sama suami seperti pasangan Mas Fahri dan Mbak Aisyah di Ayat-ayat cinta.

Kami malah seperti Tom n Jerry, yang kejar-kejaran, berantem habis itu rukun lagi, uyel-uyelan lagi… 😆

Ya sudahlah, bagaimanapun jadinya aku bersyukur punya suami seperti dia, belum nemu soalnya orang model dia yang bisa betah bersama orang super manja dan super cerewet seperti aku 😀

Papa vs Mama

Deket deket ultah Papa nih, Mama iseng-iseng tanya Papa.

Mama  : Pa, Mama gak bisa ngado apa-apa buat papa, kan mama gajiannya sering telat…

Papa    : Udah gak apa-apa ma, lagian Papa udah seneng kok…

Mama  : Seneng kenapa ?

Papa    : Seneng karena sudah mendapat kado terindah dari Tuhan…

Sambil mesem, Mama berharap Papa bakalan ngucapin kata romantis buat Mama.

Mama  : Kado terindah apa Pa? *penasaran plus ge er duluan*

Papa    : Ya…segala berkat buat hari ini ma, bisa dikasih umur panjang, sehat…

Ya elah pah… std banget sih omongan kamu, gak ada bau bau romantisnya sama sekali. Senyum manyun deh Mama… 😦

Papa    : Kenapa Mama cemberut ?? *muka innocent*

Mama  : Gak apa-apa kog… *muka manyun*

Papa    : Lho Mama gak seneng Papa umur panjang dan sehat *tetep innocent*

Mama pun melotot matanya dan bilang.

“Papa ini….. Mama kira mau bilang kalau kado terindah dari Tuhan itu ya Mama sama Nda2…huhhh!!”

Papa bengong…. dengan tetep innocent. Pak!! Mama tepok jidat. Kalau urusan romantis Papa memang lambat mudeng :mrgreen:

Met Wiken ya teman-teman, God bless you all 😀

Sakit Hati…

Kemarin…emmm tepatnya sih dua hari lalu. Ada hal yang sekilas bikin sesek di dada. Waktu aku gak sengaja buka fb, jarang banget emang sih aku lihat fb…lebih seneng blogwalking dan ketemu temen-temen baru di dunia maya.

Dan jreng…jreng…fb dibuka dan sebuah foto membuat hatiku terluka.

Foto tunangan sohibku yang lagi gandengan mesra sama cewek laen. Jleb…hatiku ikutan sakit, gimana kalo sohibku yang ngeliat ato temen-temen akrab antara aku dan sohib aku yang gak tau apa-apa atas persoalan mereka huaaa…keterlaluan banget cowok satu ini. Sumpah!!! Pengen maki-maki dia…

Dulu aku pernah cerita soal sohibku ini dengan tunangannya disini

Kalo yang pernah baca pasti tahu gimana sakitnya hatiku ngeliat foto itu. Sampek gak bisa ngomong apa2 lagi deh, spechless…

Dan aku karena gemes langsung komen ke fotonya “shittt!!” gitu doang tapi rasanya gak puas bok!

Lanjut kirim message ke inbox fb dia aja…

“Sory, sakit sekali hati Mbak melihat kamu memajang foto bersama seorang cewek sementara kamu belum menyelesaikan hubungan kamu dengan sahabatku, tunangan kamu. Saya mempercayaimu, saya menyayangimu tapi sayang semua sudah berlalu. Semoga Tuhan memberkatimu dengan kebahagiaan, itu doaku sebagai kakak dan semoga kesalahan ini tidak kamu ulangi kedua kalinya”

Pengen nangis…nangis nulis message itu. Si papanya Nda2 bilang, “Udah lah Ma, gak usah ikut campur urusan orang!”

Kamu gak tahu, Pa…beban mental tahu?? Aku dulu yang berusaha mengakrabkan mereka. Aku menilai cowok ini adalah cowok yang baik dan gak neko-neko dan dia tulus sayang sama sohibku. Aku tahu sebelum bertemu dengan sohibku, dia punya masa lalu yang kurang bagus tapi aku tahu dia sudah banyak berubah.

Akan tetapi sekarang cowok baik ini sudah jadi orang yang layak disebut bajingan..

Duh…rasanya hatiku pengen teriak. Kalau mau ikut campur, pasti sudah dari dulu, aku tereak-tereak di wall fbnya biar semua orang tahu seperti apa dia atau aku remove langsung saja dari pertemanan. Tapi aku berusaha bijak dan meredam emosi…dan message itu hanya sejengkal dari lapisan beku di hatiku 😥

Gak perduli dia baca ato gak. Aku hanya ingin menunjukkan sikapku, kalau hal yang dia buat itu tidak pantas!!

Nulis postingan ini aja rasanya ribet banget nyusun kata-katanya, maaf kalau berantakan yah…habisnya lagi emosi jiwa. Bikin judulnya aja asal-asalan :mrgreen: Cuman pengen curhat teman-teman….

Terkadang kita itu udah percayaaaaaa sama orang eh masih aja dikibulin. Kadang aku merasa terlalu polos atau naif saat memandang orang dan gak jarang ada ajaaa…orang yang dibelakangku berani nusuk aku. Semoga aja gak terulang dan ini bisa menjadi pelajaran berharga buatku untuk lebih berhati-hati dan next gak dikibulin orang lagi 🙂 Dan beruntunglah punya Papanya Nda2, dia lebih objektif memandang orang dan dia bisa kasih nasihat aku saat aku mulai lost kontrol lagi percaya sama orang…

“Suamiku….”

Sore ini gak ada bahan postingan, mustinya mau cerita soal wiken kemarin tapi karena ada foto yang mau dipajang belum ada di tangan makan ditunda dulu ya…

Sekarang mau cerita lucu nih…yang bikin aku mesem-mesem kalo inget 😀

Situasinya saat aku makan siang bareng temen di kantor. Tiba-tiba saja tukang yang lagi ngerjain renovasi ruangan si bos turun ke bawah mengambil sesuatu. Sambil senyum-senyum dia menyapaku. Nama tukang tersebut Pak Ratno. Ini aku ceritain apa adanya ya percakapan kami yang memakai bahasa gaul surabaya :mrgreen:

Pak Ratno: “Mbak…seng ngeterno sampeyan mau isuk iku bapak e sampeyan ta? (Mbak yang nganterin kamu tadi pagi itu bapaknya/ ortunya ya?)

Aku : *sambil melotot kaget* “Iku bojoku pak…” (Itu suamiku pak…)

Spontan aku ngakak lebar, walah bisa-bisanya suamiku dibilang bapakku :mrgreen:

Pak Ratno : “Oalah sampeyan wes rabi to?” (Oalah, kamu sudah menikah ya mbak?)

Aku : “Iyo Pak, emang e sampeyan ngiro aku umur piro, pantaran e arek-arek iki?” (Iya Pak, memangnya kamu pikir saya umur berapa, sebaya dengan anak-anak ini?) *ngomongnya sambil nunjuk temen makanku yang masih umur 20 taon, yang pernah ku ceritain disini.

Pak Ratno sambil mesem-mesem ngeliatin aku. “Yo sepurane mbak, lah tak pikir sampeyan durung rabi…” (Ya maafkan mbak, aku pikir kamu belum menikah)

Percakapan singkat itu bikin aku mesem-mesem aja di kantor. Mikir aja apa aku yang keliatan muda atau suamiku yang keliatan tuwir???

Kalau kebenarannya ternyata yang pertama, bersyukur deh masih keliatan muda :mrgreen: tapi kalau kebenarannya ternyata yang kedua berarti harus memperbaiki penampilan suami supaya gak keliatan tuwir *LOL*

Mungkin aja Pak Ratno ngeliatnya suamiku cuman sekilas aja, waktu aku cium tangan dan berpamitan ke suamiku….walah mungkin karena itu dia kira yang nganterin aku adalah bapakku 😀 onok-onok wae.

Suami Tersayang

Ini foto suamiku tersayang walaupun bukan foto terbaru *foto 3 taon lalu* tapi wajahnya gak berubah kog hehehe…

Gimana pendapat anda readers? Suamiku keliatan tuwir gak ? :mrgreen:

Kalo di gereja malah dia dipanggil koko sama penerima tamunya, padahal suamiku gak ada darah tionghoa. Malah dulu dia pernah cerita, ada yang bilang dia mirip Irgi Fahresi, kalau itu mah terlalu berlebihan yang bilang hihihi… Irgi Fahresi dari hongkong???  *wah ceritanya ini malah bukan ngebela suami sendiri*

Bagaimanapun pendapat orang, aku tetep cinta kamu…suamiku…

*bergaya seperti Pai Su Cen, siluman ular putih berlari-lari memeluk Han Wen*

Sudah dulu ya, jamnya udah mepet mau bersih-bersih dulu dan cap cus pulang, sudah ditunggu Amanda…

Review 6 Bulan

Pagi ini mau bersyukur dulu kepada Tuhan Yesus, Our beloved father.

Nda2 sudah berumur 6 bulan 3 minggu dan 5 hari, perkembangannya semakin mengasyikan. Sudah bukan lagi new born yang cuman nyusu dan bobo, pola tingkahnya udah banyaakkk banget, gak bisa diem. Kalo biasanya malem jam 8an udah bobo, sekarang kalo gak dibawa ke kamar, gak bakalan bobo 😀

Makin pinter, makin cantik hehehe. Muji anak sendiri boleh dong. Dari 4 bulan belajar tengkurap terus 5 bulan udah tengkurap tapi kepala masih jatoh-jatoh, sekarang 6 bulan udah asoy cara tengkurapnya, udah bolak balik plus merayap mundur, putar kanan, putar kiri. Hihihihi, ditidurin sebentar di kasur, tinggal ke belakang, aku balik, dia sudah sampai di ujung ruang tamu…gimana caranya nyampek sana? Dan insiden kecil sering juga terjadi, kepala kepentok di lantai waktu berbalik dari tengkurap atau kepalanya kejedot keranjang tempat simpan baju gantinya. Kalo gak diliat, dia senyum-senyum wae tapi kalo diliat langsung huaaaa, nangis keras. Jadi nangisnya gak spontan gitu, umpama kejedot, beberapa detik ngeliatin kita terus kalo kita respon, baru dia nangis. Oalaah nak, nak lucu amat kamu….

Mamamnya juga pintar, walo ada beberapa bahan makanan yang dia gak suka.

Yang udah dikenalin sejauh ini :

Serelia : Gasol beras merah dan coklat

Buah     : Alpukat, Pear, Pisang, Pepaya besok lusa mau coba apel.

Sayur    : Buncis dan kabocha.

Yang dia gak suka itu alpukat, pisang, pepaya… hemmm kog samaan dengan aku, aku juga gak suka buah-buah yang aku sebutin tadi. Dan favoritnya dia adalah kabocha, buncis juga doyan. Padahal aku gak suka labu-labuan loh…

Sempet hopeless waktu kasih pisang, kayak mau hoek gitu sama persis waktu makan alpukat, dicampur gasol juga gak habis, dicampur alpukat jadi bananacado lumayan lah masih mau hap walo gak habis. Pear juga doyaannn banget, aku taruh di sassy teething feedernya juga di isep-isep gitu sambil ngoceh-ngoceh 😀

Nah giliran pisangnya campurin pepaya, lumayan doyan, dan habisss…heran deh mama!! Anak Mama berubah-rubah moodnya. Yang penting dibawa happy aja deh…kan sufornya masih yang dominan. Hanya saja si Oma yang gatellll banget pengen nyuapin makan berkali-kali. Tapi aku sediakan hanya untuk 2 kali makan aja. Pernah Nda2 crancy banget malem hari, Omanya usul “Laper kali, coba buatin bubur…” Ya Ampun, Oma nangis juga belum tentu laperr kali, buktinya digendong-gendong, diajakin lihat kucing di depan rumah, moodnya berubah jadi riang gembira 😀

Oh ya ada aja kejahilan Amanda sekarang. Mulai dari berantakin sprei kamar tidur dengan cara gulung-gulung di kasur. Trus….ganggu Papanya yang sibuk menata dagangan buat esok hari,  sampai berantakin koleksi dvd juga cd di dalam laci tipi. Cd yang dia pelototin lamaa, tuh cdnya Agnes Monica yang dapet dari KFC, hihihi…ngefans ya sama Neng Agnes??  Seneng deh liat anak Mama tumbuh dengan sehat, berat badannya kemarin imunisasi udah 8,9 kg loh…mantap. Orang bilang kegendutan ntar kasihan gak bisa gerak tapi buktinya Nda2 susah banget diemnya. Apalagi sekarang pake clodi kemana-mana, dia jadi bebas berekplorasi hihihi, sebelumnya cuma popok kain biasa jadi kalo pipis haduh dia berkubang deh di pipisnya. Emang telat sih tahu ada clodi lokal yang bagus, dulu lihat harga clodi import langsung tepok jidat, budgetnya gak ada jadi gak dilolosin proposal Mama ke Papanya Nda2 😀 dan kalo kasih diapers seharian kog takutnya kulitnya jadi ruam. Jadi diapersnya sementara pake malem hari aja, sampai ntar tambah banyak koleksi clodinya hihihihi *lirik Papanya Manda, ngerayu supaya boleh beli* . Apalagi clodi pem-pem tuh motifnya lucu-lucu 😀 Oh ya kan baru dapet diapers Pampers buanyakkk dari acara Happynesia Pampers, lumayan buat lebih dari sebulan.

Amanda 6 Bulan

Segitu deh review perkembangannya Nda2. Kembali lagi, sungguh bersyukur pada Tuhan Yesus, Nda2 sehat dan bertumbuh sempurna. Semua karena kemurahan dan kebaikannya, aku sebagai Mama hanya bisa ikhlas menjalani motherhood ini, selalu ada berkat indah dalam setiap perjuangan kami membesarkan Nda2. Doa Mama semoga Nda2 semakin besar, semakin berkenan di hati Tuhan dan menjadi kesukaan di tengah keluarga….Amin. Mama sayang Nda-nda…